Berdasarkan laporan kantor berita Korsel, Yonhap, kelima warga Korut itu terdiri atas empat pria dan satu wanita. Kelimanya dikabarkan mengutarakan keinginan untuk hidup di Korsel sebagai pembelot.
"Penjaga pantai perbatasan telah mengamankan perahu mereka di pelabuhan timur Mukho," ucap seorang penjaga pantai Korsel kepada AFP, Minggu (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Juni lalu, pembelotan juga terjadi ketika sebuah kapal Korut terdampar di Korsel. Dua dari empat awak kapal itu menolak kembali ke negara asalnya dan diizinkan bermukim di Negeri Ginseng.
Tidak hanya warga sipil, dua tentara perbatasan Korut bahkan sengaja menyeberangi zona demiliterisasi (DMZ) untuk kabur ke Korsel sekitar pertengahan Juni lalu.
Sejak Korea terbelah menjadi dua dalam beberapa dekade terakhir, kian banyak warga Korut kabur ke Korsel melalui zona demiliterisasi yang membentang sepanjang 250 kilometer dari barat hingga timur semenanjung.
Lebih dari 30 ribu warga sipil dilaporkan telah melarikan diri untuk membelot dari negara yang dipimpin oleh diktator Kim Jong-un tersebut.
Sebagian besar pembelot dikabarkan melarikan diri melalui perbatasan Korut dan China.