Amerika Serikat, Rusia dan Yordania menyepakati "kesepakatan de-eskalasi," yang dapat dikatakan sebagai slaah satu pencapaian diplomatik Trump dalam pertemuan pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayor Issam al Rayes, juru bicara koalisi Front Selatan dari kelompok pemberontak yang didukung negara-negara Barat, mengatakan "ketenangan waspada" berlanjut hingga malam hari.
"Situasi relatif tenang," kata Suhaib al-Ruhail, juru bicara faksi Alwiyat al-Furqan di Quneitra, sebelumnya.
Seorang petinggi kelompok pemberontak lain di Deraa mengatakan tidak ada pertempuran yang signifikan. Front Manshiya dekat perbatasan dengan Yordania yang biasa dibombardi habis-habisan pun kini justru sepi.
"Gencatan senjata du Suriah tampaknya bertahan ... Bagus!" kata Trump melalui Twitter.
Seorang pejabat Suriah mengindikasikan bahwa Damaskus menyetujui kesepakatan gencatan senjata tersebut. Dia menyebut sikap diam pemerintah sebagai "tanda kepuasan."
"Kami menyambut langkah apapun yang bisa menghentikan pertikaian dan membuka jalan menuju solusi damai," kata pejabat itu kepada Reuters.
Seorang saksi di Deraa mengatakan dirinya tidak melihat pesawat tempur sama sekali maupun mendengar suara tembakan sejak tengah hari. (aal)