Dalam pertemuan tersebut, Retno mengatakan Indonesia terus mendorong kontribusi positif dalam mencari solusi jangka panjang penyelesaian konflik di Rakhine, wilayah bagian utara Myanmar yang menjadi pusat konflik kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya.
"Secara khusus, Indonesia terus dorong OKI untuk mendukung Pemerintah Myanmar dalam mewujudkan perdamaian di Rakhine State, termasuk dalam bentuk pemberian bantuan kemanusiaan serta peningkatan kapasitas," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang diperoleh CNNIndonesia.com, Rabu (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemerintah Myanmar berkeras membantah segala tudingan pelanggaran HAM, bahkan menolak akses masuk bagi tim pengungkap fakta PBB yang ingin menyelidiki dugaan tersebut.
Selama ini, Pemerintah RI secara aktif membantu Myanmar menyelesaikan konflik di sana. Indonesia beberapa kali memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang inklusif.
Sejak 23 Mei lalu, militer Filipina terlibat pertempuran sengit dengan militan Maute di sana sehingga Presiden Rodrigo Duterte terpaksa menerapkan darurat militer.
Konflik tersebut hingga kini telah menelan sedikitnya 400 nyawa, termasuk ratusan teroris dan puluhan tentara serta warga sipil.
"Indonesia secara khusus mendorong OKI dan masyarakat internasional untuk memprioritaskan proses perdamaian di Filipina Selatan agar tidak terganggu dengan ancaman keamanan berbagai kelompok teroris di kawasan," bunyi pernyataan Kemlu RI.
Negara OKI sepakat segera menyelesaikan penyusunan kerangka acuan badan tersebut.
Di samping itu, Indonesia juga telah mengganggas resolusi terkait kerjasama seluruh negara OKI pada forum OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF).
"Resolusi IBRAF tersebut diusulkan Indonesia yang selalu berupaya memajukan peran penting media sebagai salah satu pilar demokrasi, serta merupakan salah satu pemangku kepentingan dalam upaya memerangi terorisme melalui pengelolaan berita yang positif dan konstruktif," ucap Kemlu RI.