Trump Sebut Kisruh Putranya sebagai Pembunuhan Karakter

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 13/07/2017 22:37 WIB
Trump Sebut Kisruh Putranya sebagai Pembunuhan Karakter Donald Trump membela sang anak, Donald Trump Jr, yang tengah menjadi pusaran dalam kontroversi dugaan kolusi antara tim kampanyenya dan Rusia saat pemilu 2016. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump membela anaknya yang mengaku bertemu dengan pengacara Rusia di masa pemilihan umum tahun lalu.

Presiden Trump menyebut pengakuan putranya itu sebagai tindakan yang "terbuka, transparan, dan tidak bersalah."

"Anak laki-laki saya melakukan tindakan yang hebat kemarin malam. Dia terbuka, transparan, dan tidak berdosa. Ini adalah pembunuhan karakter terbesar dalam sejarah. Menyedihkan!" kicau Trump melalui Twitter seperti dikutip CNN, Kamis (13/7).

Tanggapan itu dilontarkan Trump menanggapi pengakuan sang anak dalam wawancara bersama Fox News pada Selasa malam.


Donald Trump Jr dilaporkan bertemu dengan pengacara Rusia, Natalia Veselnitskaya, setelah dijanjikan informasi yang dapat merusak kredibilitas rival sang ayah, Hillary Clinton, saat kampanye.

Skandal pertemuan Trump Jr dengan Veselnitskaya pertama kali terkuak melalui investigasi New York Times, yang tak lama dikonfirmasi dirinya sendiri dan sejumlah email terkait yang juga dia publikasikan.
Sebelum pertemuan berlangsung, Trump Jr juga sempat diberi tahu bahwa informasi tersebut bersumber dari pemerintahan Rusia.

Dengan pengakuannya tersebut, Trump Jr kini turut terseret ke dalam skandal dugaan campur tangan Kremlin pada pemilu AS, yang selama ini menghantui kepemimpinan sang ayah.

Kesaksian Trump Jr ini pun dilaporkan akan turut dipertimbangkan dalam penyelidikan lebih luas yang dilakukan komite Kongres dan konsul khusus federal, Robert Mueller.

Meski begitu, Presiden Trump berkeras membantah seluruh tudingan kolusinya dengan pihak Rusia. 
Presiden ke-45 itu juga mengecam penyelidikan dugaan kerja sama tim kampanyenya dengan Rusia selama ini dan menganggapnya sebagai "upaya pembunuhan karakter terbesar dalam sejarah politik."

Dia juga mengecam Clinton, menuduh eks rivalnya itu melakukan kesalahan yang tak pernah terungkap dengan jelas.

"Mengapa standar yang sama tidak dilakukan pada Partai Demokrat? Lihatlah apa yang dilakukan Hillary Clinton," kicau Trump.