Namun, Hafiz Inuwa dari Komando Kepolisian Negara Cross River mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada penjelasan langsung terkait ledakan di fasilitas milik perusahaan Linc Oil and Gas di Calabar tersebut.
Mengutip AFP, kepala polisi di tempat kejadian mengatakan bahwa manajer di tempat tersebut belum mengatakan penyebab ledakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, seorang pekerja di komplek perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa jumlah korban bisa saja lebih banyak.
"Angka tersebut bisa saja lebih dari sembilan, sementara 10 orang lainnya mengalami cedera yang mengancam jiwa," kata pekerja yang tak mau disebutkan namanya ini.
Ledakan bahan bakar menjadi sebuah masalah yang umum terjadi di Nigeria, negara produsen minyak terbesar di Afrika. Bahan bakar tersebut diangkut melalui jalanan rusak yang dilewati truk besar.
Kecelakaan ledakan ini juga sering terjadi karena jaringan pipa bahan bakar dirusak oleh oknum yang sering mencuri minyak mentah. (chs)