Pasukan Koalisi AS Terus Desak ISIS di Raqqa

Lesthia Kertopati , CNN Indonesia | Senin, 17/07/2017 22:55 WIB
Pasukan Koalisi AS Terus Desak ISIS di Raqqa Ilustrasi: pasukan koalisi pimpinan AS terus menggempur ISIS di Raqqa. Kini mereka sudah menguasai 35 persen wilayah. (REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat melaporkan pada Senin (17/7) mereka berhasil merebut kembali satu kawasan dari tangan ISIS di Raqqa, utara Suriah.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang merupakan aliansi militer Kurdi dan Arab, terus menekan para militan ISIS sejak tahun lalu, dan berhasil membobol masuk benteng pertahanan di Raqqa pada Juni.

“Distrik Al-Yarmuk berhasil dibebaskan kemarin,” ujar juru bicara  SDF untuk operasi Raqqa, Jihan Sheikh Ahmed kepada AFP.

Al-Yarmuk merupakan kawasan permukiman luas yang berlokasi di barat daya kota.

“Operasi terus berlanjut, namun pasukan mendapat perlawanan sengit,” papar Ahmed di kota Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.


“Kami mengambil langkah perlahan dan pasti. Bagi kami, yang terpenting bukan kecepatan, melainkan pembebasan warga sipil dan memberantas Daesh [nama lain ISIS],” tambah dia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengonfirmasi kemajuan pasukan SDF di Al-Yarmuk, namun menyebut mereka belum menguasai seluruh kawasan.

Lembaga pemantau itu menyebut militan masih menguasai bagian barat distrik dimana bentrokan keras masih berlangsung.

Bentrokan terbaru itu juga membuat ratusan warga sipil melarikan diri ke kawasan yang kini mendapat perlindungan SDF.

“Pasukan SDF kini menguasai 35 persen Raqqa,” ujar lembaga tersebut.

SDF memulai operasi perebutan kembali Raqqa pada November 2016 dan selama berbulan-bulan, mereka berusaha menembus benteng pertahanan, hingga akhirnya tembus pada Juni.

Gempuran itu didukung serangan udara dari pasukan AS, termasuk pada Senin (17/7). Observatorium Suriah menyebut serangan itu menewaskan tiga orang warga sipil.