Imbauan ini dikeluarkan menyusul penangkapan tujuh mahasiswa asal Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu. Kendati demikian, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Windratmo, tidak menyebut imbauan itu terkait dengan penangkapan tersebut.
Tak hanya itu, baru-baru ini bentrokan juga terjadi antara warga dan polisi yang hendak meruntuhkan bangunan ilegal di Nil, Mesir, yang menewaskan setidaknya satu orang dan melukai puluhan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WNI juga diminta untuk menghindari tempat rawan kriminal di Kota Nasr seperti Pasar Mobil Souq Sayarat, wilayah belakang Masjid As-Salam, dan Toub Ramly.
KBRI pun meminta setiap WNI untuk berpergian dalam kelompok atau rombongan dengan menggunakan jasa travel wisata resmi.
“Seluruh WNI yang ingin bepergian ke tempat-tempat wisata di Mesir agar memastikan bahwa kendaraan rombongan wisata yang digunakan mendapatkan pengawalan petugas keamanan,” bunyi pernyataan KBRI Kairo yang diperoleh CNNIndonesia.com pada Senin (17/7).
Tak hanya itu, KBRI juga mengimbau warga Indonesia untuk menjauhi dan waspada terhadap perkumpulan-perkumpulan yang diduga bertentangan dengan kebijakan pemerintah Mesir.
Alasannya, beberapa waktu terakhir, otoritas Mesir gencar melakukan razia dan penangkapan orang-orang yang diduga terlibat dan bergabung dengan organisasi-organisasi terlarang di negara itu.
“Seluruh WNI di Mesir senantiasa membawa paspor jika berpergian ke luar dan memperhatikan masa berlaku izin tinggal. Warga Indonesia yang baru tiba di Mesir juga diharapkan melapor kepada KBRI dan menjaga komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Kairo dan sesama WNI di Mesir,” tutur KBRI Kairo menambahkan.
Bagi para WNI yang memiliki kendala atau masalah, KBRI Kairo menyediakan layanan telepon darurat ke nomor Hotline KBRI Kairo +20 10 2222 9989.
(les)