Jika terbukti bersalah, Yingluck akan mengikuti jejak kakaknya, Thaksin Shinawatra, yang tidak bisa kembali maju sebagai kandidat perdana menteri Thailand.
Thaksin hidup mengasing selama 11 tahun belakangan ini untuk menghindari hukuman penjara terkait korupsi tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Skema beras Yingluck membuat petani sejahtera lewat pemasukan tetap yang tepat waktu,
kata Paisan Pachanda, petani berusia 59 tahun sekaligus pemimpin koperasi di Khon Kaen, pusat komersial yang terletak di dataran tinggi wilayah timur laut.
Jika ada pemilu ... orang-orang timur laut akan tetap memilih Partai Puea Thai, meski tidak ada klan Shinawatra di partai itu," ujarnya kepada Reuters, Selasa (18/7).
"Basis politik Partai Puea Thai, anggota parlemen dan para politikusnya, telah membangun jaringan yang kuat di timur laur," kata Ong-art Klampaiboon, wakil ketua Partai Demokrat. "Jadi bahkan jika partai itu mengubah kepemimpinannya, kecil kemungkinan hal itu untuk memengaruhi ikatan kuat di lapangan," ujarnya.
Yingluck dan Partai Puea Thai yang mengusungnya menyebut persidangan itu bermotivasi politik. Menurut mereka, proses hukum itu bertujuan untuk mendiskreditkangerakan populis yang telah memenangkan setiap pemilihan umum sejak 2001 silam.
Thaksin pertama kali memperkenalkan program beras itu sebelum dilengserkan dalam kudeta 2006 lalu. Namun, Yingluck membawa program itu selangkah lebih jauh dengan menawarkan harga 50 persen lebih tinggi dari pasaran untuk membeli beras dari para petani.
Ketika ditanya soal popularitas Puea Thai, Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd, juru bicara pemerintahan, mengatakan "masyarakat yang menentukan sosok perwakilannya."
(aal)