Jokowi Kecam Pembatasan di Al Aqsa, Desak PBB Bersidang

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 22/07/2017 18:28 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah Indonesia tegas menanggapi pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, oleh otoritas Israel. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah Indonesia tegas menanggapi pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, oleh otoritas Israel. (REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah Indonesia tegas menanggapi pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, oleh otoritas Israel.

"Indonesia mengecam keras, sekali lagi Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa," kata Presiden Joko Widodo di komplek Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Sabtu (22/7) seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, Jokowi pun menegaskan pemerintah Indonesia pun mengecam keras jatuhnya korban jiwa akibat konflik pembatasan tersebut.


“Indonesia mengecam keras jatuhnya 3 korban jiwa, yang baru saja tadi saya mendapatkan informasi,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi menyatakan pemerintah Indonesia akan meminta masyarakat internasional dapat membantu penyelesaian konflik dan penjajahan yang masih terjadi di Palestina.

Jokowi Kecam Pembatasan di Al Aqsa, Desak PBB BersidangPresiden RI melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta di antaranya menghadiri Kongres Pancasila IX Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balairung UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
"Indonesia meminta kepada PBB, kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan PBB dapat segera melakukan sidang untuk membahas krisis yang ada di komplek Masjid Al Aqsa," tegas Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi aksi protes pembatasan beribadah yang berujung tewasnya tiga warga Palestina oleh pasukan keamanan Israel, di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Jumat (21/7) siang.

Pelarangan itu adalah tindak lanjut Israel memperketat pengamanan setelah peziarah Al-Aqsa bentrok dengan aparat keamanan di situs suci tersebut, beberapa hari terakhir.

“Akses masuk ke Kota Tua dan Bait Suci [Kompleks Al-Aqsa] akan dibatasi hanya bagi pria berusia 50 tahun ke atas. Wanita segala usia akan tetap diizinkan masuk,” bunyi pernyataan polisi yang dikutip AFP, Jumat (21/7).

Pemerintah Indonesia juga mendesak Israel untuk tidak mengubah 'status quo' kompleks Al-Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock atau Masjid Kubah Batu tetap menjadi tempat suci yang dapat dimasuki semua umat Muslim

Masjid Al Aqsa menjadi salah satu masjid utama bagi umat Islam karena dalam sejarah, di sana pernah menjadi kiblat kaum muslim sebelum dipindahkan ke Kabah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.