Liga Arab Sebut Israel 'Main Api' di Yerusalem

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 23/07/2017 17:41 WIB
Liga Arab menyebut pada Minggu (23/7) bahwa Israel ‘bermain api’ dengan pemasangan detektor logam yang memicu ketegangan baru di Yerusalem. Liga Arab menyebut tindakan Israel bisa menimbulkan krisis dengan Negara Arab dan umat Muslim. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liga Arab menyebut pada Minggu (23/7) bahwa Israel ‘bermain api’ dengan pemasangan detektor logam yang memicu ketegangan baru di Yerusalem, antara negara tersebut dan Palestina.

“Yerusalem adalah garis merah,” kata Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan “tidak ada bangsa Arab ataupun umat Muslim yang akan menerima pelanggaran di Yerusalam”.

Beberapa hari terakhir, bentrokan terus pecah di Yerusalam antara petugas keamanan Israel dan warga Palestina, menyusul pemasangan detektor logam di pintu masuk Haram al-Sharif atau Bukit Bait Suci.


Israel memasang detektor logam tersebut sebagai bentuk peningkatan keamanan setelah dua tentaranya terbunuh pada 14 Juli lalu.


Palestina menyebut adanya detektor logam itu merupakan upaya Israel untuk menguasai Yerusalem, yang merupakan wilayah suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen. Mereka pun kemudian melakukan boikot dengan menolak masuk ke Masjid Al-Aqsa dan melakukan ibadah di luar gerbang. Polisi Israel mencoba membubarkan mereka, yang kemudian memicu kericuhan yang berujung bentrok.

Abul Gheit menuding pemerintah Israel melakukan “eksperimen perluasan kekuasaan” dan hal itu bisa memicu “krisis dengan negara-negara Arab juga umat Muslim.”

Dalam sepekan terakhir, setidaknya lima warga Palestina terbunuh dan tiga pemukim Israel di Tepi Barat tewas, dalam bentrokan antara kedua negara tersebut.

Sementara Palang Merah, dikutip AFP, melaporkan hingga Sabtu (22/7) 450 orang terluka di Yerusalem dan Tepi Barat, dengan 170 diantaranya terluka akibat tembakan dan peluru karet.