Dalam cuplikan video yang ditayangkan televisi nasional Iran, terlihat rudal itu diluncurkan dari pangkalan luar angkasa di Provinsi Semnan, Iran, pada Kamis (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, negara-negara Barat menuding Iran sedang mengembangkan teknologi yang dapat meluncurkan rudal balistik jarak jauh dengan muatan konvensional atau nuklir.
Tudingan itu ditampik oleh Iran yang mengatakan bahwa program luar angkasa mereka benar-benar bertujuan damai.
Beberapa jam setelah uji coba ini pun, Amerika Serikat langsung merilis pernyataan kecaman dan menyebut Iran mengancam stabilitas kawasan dan melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Hubungan kedua negara memang terus memanas, terutama setelah pemerintahan AS bergulir ke tangan Presiden Donald Trump.
Ketegangan ini memuncak ketika pekan lalu pemerintahan Trump memutuskan untuk menjatuhkan sanksi baru bagi Iran atas program rudal dan "aktivitas jahat" mereka di Timur Tengah, meski Washington mengakui Teheran menjalankan perjanjian nuklir dengan baik.