Pria di Bawah Usia 50 Tahun Dilarang Salat Jumat di Al-Aqsa

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 28/07/2017 12:51 WIB
Kepolisian Israel melarang pria di bawah usia 50 tahun mengikuti ibadah salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk mengantisipasi kericuhan. Ilustrasi. (AFP Photo/Thomas Coex)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Israel melarang pria di bawah usia 50 tahun mengikuti ibadah salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa.

"Hanya pria di atas 50 tahun yang akan diizinkan masuk, juga perempuan segala umur," demikian bunyi pernyataan kepolisian Kompleks Haram Al-Sharif, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (28/7).

Kepolisian menyatakan, keputusan ini diambil setelah mereka mendeteksi indikasi demonstrasi dan kericuhan di sekitar kompleks suci tersebut.


"Akses ke sejumlah jalan di sekitar Kota Tua juga akan dibatasi dan semua langkah keamanan yang diperlukan akan diambil untuk mencegah dan merespons kemungkinan kekerasan," tulis kepolisian.
Aparat memang terus meningkatkan keamanan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, terutama setelah kericuhan pecah pada Kamis (27/7).

Kericuhan itu terjadi ketika Muslim Palestina mulai memadati Al-Aqsa setelah Israel mencabut detektor logam di pintu masuk masjid, satu langkah yang memicu ketegangan selama sepekan belakangan.

Pemasangan detektor logam itu dilakukan setelah terjadi penembakan dua polisi Israel oleh tiga orang yang diduga merupakan warga Palestina.