Kongo Perintahkan Pangkas Kapasitas Internet

Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 08/08/2017 06:05 WIB
Hal tersebut dilakukan, agar pengiriman gambar melalui media sosial tidak dapat dilakukan, guna meminimalisasi panasnya konflik politik di negara tersebut. Media sosial yang menjadi target pembatasan pengiriman gambar di Kongo, termasuk Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Twitter. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Kongo memerintahkan, untuk memperlambat kapasitas internet sehingga tidak bisa dilakukan pengiriman gambar melalui media sosial.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang sumber Pejabat Senior Telekomunikasi, yang berbasis di Kinshaha, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/8).

Langkah tersebut diambil, seiring berkembangnya oposisi President Joseph Kabila, yang menolak untuk mundur saat mandatnya berakhir pada bulan Desember mendatang. Selain itu, ada pula rencana pemogokan nasional yang akan dilakukan pada Selasa dan Rabu.
Pada hari Senin (7/9), bentrokan antara pasukan keamanan Kongo dan kelompok anti-pemerintah Bundu di Kongo telah menewaskan sebanyak 14 orang.


"Untuk mencegah pertukaran gambar kasar melalui media sosial oleh pelanggan Anda. Saya meminta Anda untuk mengambil tindakan teknis dengan membatasi minimal kapasitas untuk mengirimkan gambar," terang Kepala Regulator Pos dan Telekomunikasi Oscar Manikunda Musata dalam surat yang ditekennya dan dilihat Reuters.

Surat tersebut mencantumkan media sosial yang menjadi targetnya. Media sosial tersebut, termasuk Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Twitter. (agi/agi)