Korut Serius Pertimbangkan Serang Wilayah AS di Pasifik

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 09/08/2017 06:50 WIB
Korut Serius Pertimbangkan Serang Wilayah AS di Pasifik Korut menyatakan serius mempertimbangkan menembakkan rudal Hwasong-12 ke Guam, salah satu wilayah kekuasaan AS di Pasifik. (KCNA via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum, Korea Utara langsung menyatakan secara serius mempertimbangkan rencana untuk menembakkan rudal ke Guam, salah satu wilayah kekuasaan Amerika Serikat di Pasifik.

"KPA [Tentara Rakyat Korea] sedang menimbang secara teliti rencana operasional untuk melepaskan tembakkan ke daerah sekitar Guam dengan rudal balistik strategis jarak menengah hingga jauh Hwasong-12 untuk menyerang markas militer AS di Guam, termasuk Pangkalan Udara Anderson," ujar juru bicara KPA, Rabu (9/8).

Jubir itu kemudian mengatakan, rencana selanjutnya akan dilaporkan ke Komando Utama Korut dalam waktu dekat, tanpa menjelaskan waktu pastinya. Ia mengatakan, rencana ini dapat langsung diwujudkan jika pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, sudah menghendaki.


Pengamanan di Guam sendiri sudah diperketat sejak Senin (7/8). Dua pesawat pengebom B-1 terpantau mengitari langit Guam sebagai bagian dari operasi "kehadiran pengebom" yang menjadi simbol kepentingan strategis untuk mempertahankan wilayah tersebut.
Dalam pemberitaan lain, seorang juru bicara tentara Korut juga menuding AS tengah mempersiapkan "perang preventif". Jika perang ini benar terwujud, Korut akan "perang mati-matian untuk menyapu semua wilayah musuh, termasuk wilayah utama AS."

Diberitakan Reuters, jubir itu mengatakan, AS harus menghentikan provokasi militernya terhadap Korut untuk menghindari tindakan militer balasan dari Pyongyang.

Ancaman ini dilontarkan tak berapa lama setelah Trump mengultimatum Korut agar tidak lagi mengeluarkan ancaman terhadap AS. Ultimatum ini disampaikan setelah intelijen AS melaporkan, Korut dapat membentuk miniatur hulu ledak nuklir sebagai bagian dari program rudalnya.

"Korea Utara sebaiknya tidak melakukan ancaman lagi terhadap Amerika Serikat, atau mereka akan disambut dengan kemarahan yang belum pernah dilihat dunia," ujar Trump, dikutip dari CNN, Rabu (9/8).
Ultimatum ini merupakan salah satu pernyataan paling keras dari AS. Sebelumnya, AS sudah berulang kali mendesak Korut untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Desakan semakin kuat setelah Kim pada awal tahun mengatakan bahwa Korut akan mengembangkan program rudal balistik antarbenua (ICBM) mereka, kemudian melakukan sejumlah uji coba rudal.

Hingga akhirnya, Korut melakukan uji coba ICBM yang dianggap sukses dan diakui intelijen AS dapat mencapai wilayah negaranya. AS pun mengusulkan resolusi yang akhirnya disepakati Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pekan lalu.

Melalui resolusi yang disusun oleh AS itu, PBB akan memangkas nilai ekspor Korut hingga US$1 miliar atau setara Rp13,3 triliun.

PBB juga melarang seluruh ekspor batu bara, besi dan bijih besi, timah dan bijih timah, serta ikan dan makanan laut dari Korut. Secara keseluruhan, sanksi PBB akan memangkas sepertiga nilai ekspor tahunan Korut.