logo CNN Indonesia

Balas Sanksi AS, Iran Berencana Tambah Anggaran Rudal

, CNN Indonesia
Balas Sanksi AS, Iran Berencana Tambah Anggaran Rudal RUU tersebut masih harus lolos voting tahap dua di parlemen dan mendapat persetujuan akhir dari badan ulama sebelum bisa diimplementasikan. (Reuters/Tasnim News Agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Parlemen Iran menyetujui proposal undang-undang peningkatan pengeluaran anggaran untuk pengembangan program rudal dan militer negara pada Minggu (13/8).

Penambahan anggaran ini dilakukan sebagai balasan Iran atas sanksi baru yang dilayangkan Amerika Serikat terhadap Teheran sekitar awal Agustus lalu.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan seluruh anggota parlemen menyetujui secara garis besar draf undang-undang itu "sebagai langkah melawan tindakan terorisme yang dilakukan Amerika."

Dalam draf konstitusi tersebut, Iran berencana mengalokasikan lebih dari US$260 juta untuk program rudal balistiknya dan Pasukan Bersenjata Kuds--perpanjangan militer Iran yang dikenal dengan Korps Garda Revolusioner Islam.

"RUU itu dirancang dengan bijaksana sehingga tak melanggar kesepakatan nuklir dan bisa menjadi alasan bagi pihak-pihak yang menentang RUU ini," tutur Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, seperti dikutip Reuters.

RUU tersebut masih harus lolos voting tahap dua di parlemen dan mendapat persetujuan akhir dari badan ulama sebelum bisa diimplementasikan.

Sanksi baru terhadap Teheran ini dijatuhkan Washington di saat perjanjian nuklir telah disepakati antara kedua negara bersama sejumlah negara besar lain pada 2015 lalu dalam rangka menghentikan program senjata Iran.

Di bawah perjanjian itu, Iran sepakat membatasi program nuklirnya sebagai imbalan pencabutan sanksi-sanksi internasional.

Teheran menyebut sanksi baru AS ini pun melanggar perjanjian nuklir tersebut.

Merespons sanksi tersebut, Iran berencana mewajibkan angkatan bersenjatanya menyusun strategi melawan pelanggaran HAM yang dilakukan AS di seluruh dunia, termasuk mendukung sejumlah entitas Iran yang terdampak sanksi tersebut.

Sebelum ada perjanjian itu, Iran menjadi negara terisolasi yang mengesampingkan upaya diplomasi dan menentang masyarakat internasional dengan membangun sistem pertahanan rudal.

Namun, di bawah kesepakatan nuklir itu, Iran kembali bergabung dengan ekonomi global dan kini tidak mau disalahkan atas runtuhnya perjanjian tersebut.
(stu)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video