Polisi menyatakan buron terakhir itu telah dikuntit hingga tiba di daerah pedesaan Barcelona, Senin waktu setempat (21/8).
Seorang pegawai pom bensin di jalanan sepi antara kota Subirats dan Sant Sadurni d'Anoi melihat orang yang menyerupai Abouyaaqoub dan melapor ke polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat setelahnya, kata dia, sekitar 30 mobil polisi tiba bersama helikopter dan ambulans.
"Saya sedang menunggu mobil saya diperbaiki dan tiba-tiba kami mendengar suara tembakan dan terjadi kekacauan," ujarnya.
Wali Kota Sant Sadurni Maria Rosell mengatakan seluruh pasukan polisi Catalonia berkumpul di sana. Abouyaaqoub ditemukan bersembunyi di sebuah kebun anggur.
Keputusan untuk menembak Abouyaaqoub diambil setelah dia menunjukkan benda menyerupai sabuk bahan peledak dan berteriak "Allahu Akbar."
Polisi pertama kali mendekati jenazah Abouyaaqoub menggunakan robot penjinak bom. Baru belakangan diketahui, kata Puidgemont, bahwa bahan peledak itu palsu.
Abouyaaqoub sudah menjadi buronan kepolisian sejak melancarkan aksi teror yang merenggut belasan nyawa dan melukai seratusan orang di Barcelona, pekan lalu.
Sebagaimana dilansir AFP, Abouyaqoub merupakan orang terakhir dari sel tersebut yang masih berkeliaran, sementara anggota lainnya sudah diamankan petugas.
Serangan mematikan tersebut telah diklaim kelompok teror ISIS.
(aal)