Donald Trump Sahkan Memo 'Pembersihan' Transgender di Militer

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 26/08/2017 20:03 WIB
Donald Trump Sahkan Memo 'Pembersihan' Transgender di Militer Donald Trump baru menerbitkan memo untuk melarang adanya transgender di militer AS. (AFP PHOTO / Olivier Douliery)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komunitas LGBT akan semakin terancam di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump baru saja menandatangani memorandum yang meminta langsung militer AS untuk tidak menerima pria maupun wanita transgender dan memasukkannya ke dalam pasukan, Jumat (25/8).

Melalui memo itu ia juga memerintahkan agar penggunaan dana pemerintah untuk operasi kelamin bagi personel militer yang aktif dihentikan. Kecuali, prosesnya sudah berjalan.

Memo yang diterbitkan oleh Gedung Putih itu ditujukan Trump untuk Departemen Pertahanan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Disebutkan, operasi kelamin tak diperbolehkan selain kecuali untuk “melindungi kesehatan dari individu yang sudah memulai proses itu.”



Keputusan Trump melarang transgender di militer AS sudah diumumkan oleh sang presiden dari Partai Republik sejak bulan lalu melalui Twitter. Itu bertolak belakang dengan kebijakan politik yang diterapkan pendahulunya, Barack Obama. Kontroversi pun mencuat.

Dengan adanya memo itu, ke depannya Menteri Pertahanan Jim Mattis harus memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap transgender yang saat ini sudah terlanjur mengabdi pada militer. Petugas Gedung Putih yang menyampaikan memo menolak menerangkan apakah transgender yang saat ini aktif di militer bisa melanjutkan pengabdian mereka.

Memo itu justru meminta Mattis untuk mengajukan rencana pada Trump tentang bagaimana dirinya akan mengimplementasikan perubahan itu, per 21 Februari 2018.


Tekanan Mattis bukan hanya dari Trump. Masyarakat banyak yang menolak kebijakan itu. Beberapa waktu lalu, saat Trump pertama mewacanakan kebijakannya, Matt Thorn direktur eksekutif OutServe-SLDN, grup yang fokus pada hak LGBT di militer, bersuara tegas.

“Perintah President untuk membuang anggota transgender dari militer AS dan mengenyahkan dana kesehatan mereka tidak lain adalah tindakan ‘pembersihan,’” ujarnya.

“Militer kita kuat ketika semua orang yang bisa mengabdi punya kesempatan untuk melakukannya. Kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini hanya akan ‘membersihkan’ pasukan yang berkualitas dan berkontribusi, dan akan melemahkan kesatuan unit dan kesiapan militer,” ujarnya menyuarakan ketidaksepakatan, seperti yang dikutip Reuters.