Pernyataan singkat dari salah satu pejabat tertinggi kabinet Trump ini tampak menjadi sinyal halus dari perbedaan pendapat antara mantan bos perusahaan minyak global dan pengusaha properti itu.
Hal ini juga menunjukkan jarak antara Trump dari beberapa pendampingnya soal insiden Charlottesville.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak yakin ada orang yang meragukan nilai-nilai warga Amerika," kata Tillerson.
Lalu bagaimana dengan nilai-nilai Sang Presiden? "Presiden berbicara atas namanya sendiri," ujarnya menjawab.
Pernyataan Tillerson menanggapi serangkaian pertanyaan soal komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melontarkan peringatan kepada AS soal rasisme dan kejahatan kebencian karena Trump tidak bisa mengecam supremasi kulit putih.
Bentrokan itu memakan satu korban jiwa dari pihak penentang yang ditabraki menggunakan mobil oleh seorang anggota pro-supremasi kulit putih.
Trump semula menyalahkan kekerasan itu pada "banyak pihak," tapi kemudian menunjuk secara spesifik kelompok supremasi kulit putih dan organisasi kebencian seperti Ku Klux Klan karena terus dikriti. Hanya saja, keesokan harinya, dia kemudian menyebut yang salah adalah "kedua pihak" dan memicu kontroversi lebih jauh.
Gedung Putih tidak merespons pertanyaan terkait pernyataan Tillerson dan Kementerian Luar Negeri menyatakan akan menghubungi kembali jika "ada yang bisa disampaikan."