Malah, saat itu yang diluncurkan hanya sebatas kendaraan peluncur satelit, bukan rudal balistik seperti kali ini.
Satu kali lagi percobaan serupa yang hendak dilakukan Korut terjadi pada 2009. Namun, upaya itu gagal dan proyektilnya jatuh di Samudra Pasifik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya, Korut selama bertahun-tahun ini telah bertindak secara sangat berhati-hati untuk menghindari Jepang.
Selama ini, kata Wright, Korut terpaksa menguji coba dengan jalur lintasan yang sangat tinggi dan meluncurkan satelitnya ke arah selatan. Pilihan tersebut tidak efisien jika dibandingkan meluncurkan ke arah timur.
"Ini bakal membuat Amerika Serikat semakin sulit mendapatkan dukungan Jepang untuk diplomasi, sayangnya, tepat ketika situasi memanas," ujarnya, dikutip CNN.
"Peluncuran ini jelas melanggar resolusi PBB. Kami tidak bisa menolerir provokasi berulang oleh Korut. Kami mengecam dengan sangat keras."
Walau demikian, Pentagon menyatakan rudal itu masih belum bisa mengancam daratan utama AS.
Juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning mengatakan "Komando Pertahanan Amerika Utara (NORAD) menyimpulkan peluncuran rudal dari Korea Utara tidak mengancam Amerika Utara," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning kepada wartawan.