Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan dirinya baru saja berbicara dengan Duterte. Dalam percakapan, orang nomor satu Filipina itu menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata Filipina.
"Kami siap mendukung Filipina dengan cara yang sama seperti kami mendukung Irak melalui bantuan pelatihan dan saran bagi pasukan bersenjatanya," ucap Bishop, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini, tutur Bishop, dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Australia terhadap ancaman teroris dan konflik yang terus berkecamuk di Marawi.
Lama memiliki serangkaian kerja sama pertahanan dengan Manila, Canberra telah mengerahkan dua pesawat pengintai Orion AP-3C berteknologi tinggi sebagai bantuan perlawanan militer FIlipina di Marawi.
Lihat juga:Ayah Pemimpin ISIS Marawi Tewas |
Selain Australia, Indonesia, Malaysia, hingga Amerika Serikat pun telah menawarkan berbagai bantuan untuk memberangus ISIS di Marawi.
Konflik antara militer Filipina dan pemberontak Maute di Marawi telah melewati hari ke-100. Meski terus terdesak, pemberontak Maute terus meluncurkan perlawanan yang belum bisa ditangkal militer Filipina.
Tak lama setelah bentrokan tersebut, Presiden Duterte pun mendeklarasikan darurat militer di seluruh kepulauan Mindanao.