Korut Membandel, Trump Enggan Berunding

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 10:31 WIB
Korut Membandel, Trump Enggan Berunding Presiden Donald Trump menyiratkan sudah tak mau lagi berunding dengan Korut. (Reuters/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal dirinya enggan berdialog dengan Korea Utara setelah pemerintahan Kim Jong-un kembali meluncurkan peluru kendali balistik di tengah tekanan internasional.

Komentar Trump dilontarkan sehari setelah Pyongyang mengirim rudal ke Samudra Pasifik melalui wilayah Jepang. Langkah itu memicu kecaman internasional dan dianggap membahayakan jalur penerbangan.

"AS selama ini berbicara kepada Korea Utara dan membayar mereka uang pemerasan selama 25 tahun," kata Trump yang baru pada pekan lalu mengatakan Korut mulai menghargai Amerika. "Bicara bukan jawaban atas masalah ini!"

Demikian dikutip Reuters dari akun Twitter Trump pada Kamis (31/8). Ketika ditanya wartawan beberapa jam setelah pernyataan itu, Menteri Pertahanan Jim Mattis justru menampik pemerintahannya sudah kehabisan cara diplomatik dalam menghadapi Korut.

"Tidak," ujarnya sebelum bertemu dengan Menhan Korea Selatan di Pentagon. "Kita tidak pernah kehabisan solusi diplomatik."

"Kami terus bekerja sama dan menteri (Korsel) dan saya sama-sama bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan bagi negara kami masing-masing, populasi kami dan kepentingan kami."
Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Menhan Jim Mattis, Kepala Staff Gabungan Joseph Dunford dan Direktur Intelijen Nasional Dan Coats akan menggelar rapat tertutup dengan anggota Kongres pada 6 September.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara dengan Tillerson lewat sambungan telepon dan meminta AS menghindari tindakan militer apapun di Semenanjung Korea.

Hal tersebut bisa mengakibatkan "konsekuensi yang tak bisa diprediksi," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Telah bersumpah tak akan membiarkan Korut mengembangkan rudal nuklir yang bisa mencapai daratan utama Amerika, Trump mengatakan "semua opsi dipertimbangkan" untuk merespons Kim Jong-un, menyiratkan tindakan militer.