Jet Tempur AS Blokir Evakuasi ISIS yang Diizinkan Suriah

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 15:15 WIB
Jet Tempur AS Blokir Evakuasi ISIS yang Diizinkan Suriah Ilustrasi jet tempur Amerika Serikat. (Dok. US Navy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah jet tempur yang dipimpin Amerika Serikat menghentikan konvoy evakuasi militan ISIS dan keluarga yang tengah bergerak ke wilayah kekuasaannya di Suriah bagian timur, Rabu (30/8). Menurut juru bicara koalisi AS, serangan itu juga mengenai beberapa pasukan yang menjemput mereka.

Serangan itu bertujuan untuk menghentikan kesepakatan evakuasi militan ISIS yang memperbolehkan mereka meninggalkan daerah terjepit di perbatasan Suriah-Libanon menuju wilayah kekuasaan jihadis di timur Suriah. Kesepakatan itu diatur oleh Hizbullah Libanon dan militer suriah.

Proses evakuasi itu merupakan bagian dari gencatan senjata yang disepakati setelah serangan Hizbullah dan tentara Suriah pekan lalu mendesak militan ISIS ke satu bagian kecil yang terjepit di perbatasan.

Kesepakatan itu dikritik oleh koalisi Amerika Serikat dan Irak yang juga bertempur melawan ISIS di daerah-daerah yang berdekatan dengan Suriah timur, tempat yang menjadi tujuan konvoy tersebut.

Konvoy yang menurut Hizbullah membawa 308 militan dan 331 warga sipil itu kini secara efektif terdampar dan tidak bisa bergerak menuju wilayah kekuasaan ISIS.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana upaya evakuasi semacam itu dapat dengan mudah digagalkan dalam konflik yang melibatkan banyak pihak. Kesepakatan gencatan senjata semacam ini belakangan kerap digunakan pemerintahan Bashar al-Assad untuk mendesak pemberontak agar menyerah.
Komandan aliansi militer pendukung Presiden Assad mengatakan koalisi AS telah mengontak Bulan Sabit Merah Arab Suriah yang mendampingi konvoy tersebut. Koalisi juga telah memeringatkan bakal menyerang jika konvoy itu bergerak memasuki kawasan kekuasaan ISIS.

ISIS di Suriah dan Irak semakin terdesak belakangan ini. Mereka telah kehilangan banyak wilayah kekuasaan dan kota-kota terpentingnya setelah sempat sukses memanfaatkan kekacauan di kedua negara, termasuk perang sipil enam tahun di Suriah.

Di Suriah, koalisi dukungan AS membela aliansi milisi Kurdi dan Arab di bagian utara yang tengah menyerang Raqqa, ibu kota de facto ISIS.

Sementara itu, pasukan Suriah yang didukung Rusia dan milisi Syiah dari Irak dan Libanon, termasuk Hizbullah, telah menguasai sebagian besar gurun pasir pusat yang sempat dikuasai ISIS. Mereka terus bergerak ke arah timur untuk membebaskan Deir al-Zor.
Serangan koalisi untuk memblokade konvoy itu terjadi di timur HUmeima, dekat perbatasan daerah yang dikuasai pemerintah Suriah, kata juru biacara koalisi, Ryan Dillon.

"Kami melubangi jalan dan menghancurkan jembatan kecil untuk mencegah konvoy ini bergerak lebih jauh ke arah timur," ujarnya kepada Reuters lewat telepon.

Dia kemudian mengatakan koalisi sempat menyerang kendaraan berisi militan ISIS yang bergerak dari daerah kekuasaannya menuju konvoy tersebut.

Namun, ia tidak tahu apakah konvoy evakuasi yang terdiri dari sejumlah bus berisi militan dan anggota keluarganya itu berada di daerah kekuasaan ISIS atau pemerintah Suriah.