Dikutip dari akun Twitter resmi Kemenlu RI, dalam pertemuan itu Retno dan Ali membahas rencana bantuan kemanusiaan RI untuk pengungsi Rohingya yang terusir dari Rakhine, Myanmar dan kini berada di perbatasan Bangladesh.
Pertemuan dengan Retno dengan Mahood itu sendiri berlangsung di tengah masa libur panjang Bangladesh terkait perayaan Hari Raya Iduladha 1438 H/2017 M.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari ini, Rabu (6/9), Duta Besar RI di Bangladesh disebutkan akan menggelar pertemuan dengan Ali guna menindaklanjuti kunjungan Retno. Retno sendiri menegaskan bentuk bantuan lebih pada uluran kemanusiaan dibandingkan keuangan.
Selain bertemu dengan Mahood, Retno pun terlihat menyempatkan diri pula bertemu dengan perwakilan badan urusan pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional PBB (IOM).
Pertemuan itu disebutkan untuk membahas situasi kemanusiaan di perbatasan Bangladesh. Seperti dilansir Reuters, setidaknya hampir 125 ribu etnis muslim Rohingya yang mengungsi dari Rakhine di Myanmer ke perbatasan Bangladesh hanya dalam tempo waktu 10 hari sejak 25 Agustus lalu.
Di Myanmar sendiri diperkirakan ada sekitar 1,1 juta populasi etnis muslim Rohingya.
“Itu telah menciptakan situasi yang membuat wilayah menjadi tak stabil,” kata Guterres.
Guterres pun mengabarkan dirinya telah menulis surat kepada Dewan Keamanan PBB terkait situasi yang terjadi di Rakhine. Saat ditanya kekhawatiran terkait pembersihan etnis atau genosida sedang terjadi di Rakhine, Guterres menjawb. “Kita sedang menghadapi risiko itu. Saya harap tidak sampai ke sana.”
Konflik di Rakhine sendiri diperkirakan telah menewaskan 400 orang dan sebagian besar dari etnis Rohingnya. (kid)