Perkiraan ini muncul setelah pasukan Filipina memberi tawaran dan mendesak puluhan pejuang ISIS di kota bermayoritaskan Muslim itu untuk menyerahkan diri jika ingin selamat.
"Semoga mereka akan menyerah dalam waktu beberapa hari ke depan. Ada sejumlah pertanda, benar-benar ada pertanda," ucap juru bicara militer, Kolonel Romeo Brawner, Senin (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tawaran ini muncul setelah Presiden Rodrigo Duterte menerapkan strategi baru untuk memulai pembicaraan dengan militan, di mana eks Walikota Marawi Omar Solitario Ali dijadikan perantara pemerintah.
Meski begitu, Duterte menolak tawaran untuk melepaskan para militan ISIS dengan imbalan pembebasan puluhan warga sipil yang masih menjadi sandera.
Sejauh ini, konflik Marawi telah memakan korban sedikitnya 147 tentara dan 45 warga sipil. Selama bentrokan berlangsung pun militer disebut membunuh sekitar 600 militan ISIS.
Sementara itu, sekitar 400 ribu warga sipil lainnya mengungsi keluar dari kota tersebut.
Brawner menggambarkan operasi perlawanan militer di Marawi selama ini sebagai "sebuah prestasi besar, mengingat musuh memiliki posisi bertahan yang sangat kuat."
Lihat juga:Ayah Pemimpin ISIS Marawi Tewas |
Meski begitu, sejumlah wilayah lainnya yang berdekatan dengan pusat konflik masih terbilang sepi dan dijauhi warga.
"Kami menerima banyak pertanyaan, 'kenapa butuh waktu begitu lama bagi pemerintah untuk memulihkan Marawi dari teroris?'. Karena sangat sulit melakukan pertarungan di daerah perkotaan di tengah banyaknya warga sipil," tutur Brawner seperti dikutip Reuters.
(aal)