Kantor Kepala Staf Gabungan militer Korsel menyatakan rudal dari pihaknya itu bisa mencapai bandara Sunan di dekat Pyongyang yang dijadikan tempat peluncuran oleh tentara Kim Jong-un.
Rudal Korsel yang diluncurkan dari pesisir timur itu merupakan "bentuk penunjukkan kekuatan merespons provokasi terbaru Korut," kata seorang pejabat Seoul kepada CNN, Jumat (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan provokatif serupa dari Pyongyang dilakukan pada Agustus lalu dan memicu kecaman internasional, termasuk dari Indonesia. Aksi kali ini dilakukan tak lama setelah Korut mengancam bakal "menenggelamkan" Jepang.
Pernyataan Korut menyusul sanksi baru yang dijatuhkan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait uji coba nuklir yang keenam kalinya, belum lama ini. Jepang menjadi sasaran karena turut mendorong sanksi tersebut.
Lihat juga:Korut Kembali Luncurkan Rudal Lintasi Jepang |
Berdasarkan survei terbaru, mayoritas masyarakat mendukung wacana tersebut, tapi Moon langsung menepisnya. Hal itu, menurutnya, bisa "berujung pada perlombaan senjata nuklir di timur laut Asia."
"Kami harus mengembangkan kemampuan militer kami di hadapan kemajuan nuklir Korea Utara," ujarnya kepada CNN.
Lihat juga:Korea Utara Ancam Tenggelamkan Jepang |
"Merespons Korea Utara dengan menggunakan senjata nuklir sendiri tidak akan mempertahankan perdamaian di Semenanjung Korea dan bisa berujung pada perlombaan senjata nuklit di timur laut Asia."
(aal)