"Menurut otoritas wilayah Cox's Bazar, bantuan Indonesia yang sudah sampai di daerah itu selanjutnya akan disalurkan hari ini ke 12 titik distribusi di wilayah pengungsi oleh otoritas setempat," kata Rina melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (17/9).
Pendistribusian bantuan ini akan dibantu oleh sejumlah organisasi internasional seperti Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) karena delegasi Indonesia belum diberikan akses ke Rakhine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga 16 September, Rina menjelaskan, sedikitnya 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Chittagong melalui enam kali pengiriman menggunakan pesawat C-130 milik TNI Angkatan Udara.
Bantuan kemanusiaan tersebut terdiri dari 30 ton beras, 14.000 selimut, 2.004 paket makanan siap saji, 20 unit tenda besar, 10 unit tangki air fleksibel, 600 paket perkakas rumah tangga, 900 paket pakaian, dan 1 ton gula pasir.
Pada pekan lalu, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan bahwa Indonesia akan lebih dulu mengirimkan sejumlah bantuan kemanusiaan ke Bangladesh, sebelum ke Myanmar.
[Gambas:Video CNN]
Sebab, Bangladesh menjadi salah satu negara yang paling banyak menerima pengungsi Rohingya yang mencoba lari dari kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar.
Sejak bentrokan antara militer dan etnis minoritas di Rakhine kembali memanas pada 25 Agustus lalu, sedikitnya 410.000 Rohingya kabur ke Bangladesh yang berbatasan langsung dengan Myanmar.
Retno mengatakan, RI akan segera mengirim bantuan ke Myanmar setelah pemerintah setempat memberikan daftar barang yang dibutuhkan oleh para Rohingya. Saat bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, Retno meminta agar daftar itu segera diserahkan ke RI.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, tidak lama lagi pengiriman bantuan ke Myanmar bisa segera dilaksanakan," kata Retno. (has)