Pemungutan suara dimulai pada 8.00, Senin (25/9), dan akan berakhir pada 18.00 waktu setempat. Hasil awal perolehan suara akan diketahui dalam waktu 72 jam.
Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) yang mengelola wilayah semi-otonom di bagian utara Irak itu mengatakan referendum tersebut bakal memberikannya mandat untuk mencapai kemerdekaan dari Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, Iran menutup wilayah udara di wilayah otonom Kurdistan setelah melontarkan serangkaian kecaman terhadap pemungutan suara tersebut.
Etnis minoritas Kurdi juga berada di Iran dan Turki dalam jumlah yang cukup besar. Kedua negara khawatir kemerdekaan di Irak akan memperkuat pergerakan di wilayah mereka.
Dalam pernyataan tersebut, Turki juga meminta negara-negara di kawasan untuk tidak "mengakui konsekuensi upaya tidak sah ini." Ankara juga memperingatkan pihaknya bakal mengambil langkah hukum untuk mencegah "elemen radikal dan teroris" dari upaya untuk mengeksploitasi situasi ini dan mengganggu keamanan nasional.
Amerika Serikat, Inggris dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperingatkan KRG agar tidak menggelar referendum karena khawatir langkah itu bisa menarik mereka dari operasi melawan kelompok teror ISIS.