"Banyak faktor yang terlibat. Namun, saya lebih memilih bersikap baik kepada mereka sekarang," kata Duterte di hadapan warga Balangiga, menurut transkrip resmi yang dikutip AFP, Jumat (29/9).
Para militan mengibarkan bendera-bendera ISIS di Marawi yang dikuasai sejak 23 Mei lalu. Mereka sudah bertempur melawan pasukan yang didukung AS selama lebih dari empat bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengatakan mereka adalah juru selamat kita, tapi mereka adalah sekutu kita dan mereka membantu kita. Dan bagkan hari ini, mereka telah menyediakan peralatan krusial untuk pasukan kami di Marawi.
Duterte mengawali masa jabatan enam tahunnya dengan banyak caci maki terhadap Amerika Serikat sementara membawa negeri memperkuat hubungan dagang daninvestasi dari China.
Saat itu, Duterte mengatakan dirinya sangat marah ketika Presiden AS Barack Obama mengkritisi operasi penumpasan narkotik yang kini telah menewaskan 3.850 orang.
Dia juga mengecam pmerintah AS atas kolonisasi berdarah AS di Filipina pada era 1990-an.
(aal)