Saat prosesi penganugerahan, Komite Nobel Norwegia menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan di tengah meningkatnya risiko konflik nuklir yang kini lebih besar dari sebelumnya.
"Kita hidup di dunia di mana risiko senjata nuklir digunakan lebih besar ketimbang sebelum-sebelumnya," ujar Ketua Komite Nobel Norwegia, Berit Reiss-Andersen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kazuo Ishiguro Pemenang Nobel Sastra 2017 |
Perjanjian itu disepakati oleh 122 negara di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York setelah perundingan selama berbulan bulan, tapi ditentang oleh sembilan negara besar berkekuatan nuklir.
"Ini merupakan pesan untuk memperingatkan mereka pada komitmen yang mereka buat untuk memperjuangkan dunia bebas nuklir," ucap Reiss-Andersen, sebagaimana dikutip Reuters.
[Gambas:Video CNN]
PBB pun berharap penghargaan ini akan membantu upaya mendapatkan ratifikasi perjanjian senjata nuklir dari 55 negara lainnya.
"Saya harap anugerah ini dapat menjadi pintu masuk untuk perjanjian ini," ujar Juru Bicara Kepala PBB, Alessandra Vellucci. (has)