Pernyataan ini dirilis oleh media milik pemerintah Korea Utara pada Minggu (8/10), beberapa jam setelah Donald Trump mengatakan “hanya ada satu jalan yang berhasil” dalam menghadapi negara tertutup ini.
Dalam pidato di pertemuan Komite Pusat Partai Pekerja yang berkuasa pada Sabtu (7/10), media Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong Un membahas “situasi internasional yang rumit”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa minggu belakangan, Korea Utara telah meluncurkan dua rudal ke wilayah Jepang dan melakukan uji coba nuklir keenam.
Negara ini diperkirakan mencapai kemajuan pesat dalam mengembangkan kemampuan membuat rudal berkepala nuklir mencapai wilayah Amerika Serikat.
Seorang anggota parlemen Rusia yang baru kembali dari Pyongyang sebelumnya mengatakan bahwa Korea Utara sedang bersiap-siap melakukan uji coba rudal jenis itu.
Lihat juga:Donald Trump Isyaratkan Serang Korea Utara |
Dalam pidato di depan Komite Pusat Partai Pekerja ini Kim Jong Un mengatakan, situasi yang sekarang terjadi menunjukkan kebijakan “byungjin” atau pembangunan senjata nuklir dan ekonomi dalam waktu bersamaan, “terbukti benar.”
“Perekonomian nasional tahun ini tumbuh kuat, meski semakin banyak sanksi,” kata Kim yang merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang dijatuhkan untuk mengendalikan program nuklir dan rudal negara itu.
Promosi Adik
Pertemuan itu juga memutuskan perbahan jajaran pejabat inti pemerintahan Korea Utara yang sangat tertutup ini.
"Ini menunjukkan rekam jejaknya jauh lebih penting dari yang diyakini sebelumnya dan keputusan ini merupakan konsolidasi kekuasaan Kim di tampuk pemerintahan," ujar Michael Madden, pakar Korea Utara dari John Hopkins University seperti dikutip dari Reuters.
Kim Jong Un mempromosikan adik perempuannya untuk duduk di politbiro Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. (AFP Photo / KCNA via KNS_ |
Januari tahun ini, Kementerian Keuangan Amerika Serikat memasukkan Yo Jong dan sejumlah pejabat Korea Utara lain ke dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran HAM berat.
"Saat ini bisa dibilang Ri sudah masuk ke jajaran tertinggi pembuat kebijakan Korea Utara," imbuh Madden. (yns)
Kim Jong Un mempromosikan adik perempuannya untuk duduk di politbiro Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. (AFP Photo / KCNA via KNS_