Kim Jong Un Sebut Senjata Nuklir Jamin Kedaulatan

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Minggu, 08/10/2017 15:02 WIB
Kim Jong Un Sebut Senjata Nuklir Jamin Kedaulatan Kim Jong Un menyebut rudal dan program senjata nuklir Korea Utara merupakan perisai kedaultan negara. (KCNA via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jon Un mengatakan program senjata nuklir negaranya merupakan “alat pencegah yang kuat” untuk menjamin kedaulatan negara itu.

Pernyataan ini dirilis oleh media milik pemerintah Korea Utara pada Minggu (8/10), beberapa jam setelah Donald Trump mengatakan “hanya ada satu jalan yang berhasil” dalam menghadapi negara tertutup ini.

Dalam pidato di pertemuan Komite Pusat Partai Pekerja yang berkuasa pada Sabtu (7/10), media Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong Un membahas “situasi internasional yang rumit”.


Senjata nuklir Korea Utara merupakan “perisai kuat yang dengan pasti menjaga perdamaian dan keamanan semenanjung Korea dan Asia timur laut,” kata Kim Jong Un yang merujuk pada “ancaman nuklir berkepanjangan dari negara penjajah Amerika Serikat.”

Dalam beberapa minggu belakangan, Korea Utara telah meluncurkan dua rudal ke wilayah Jepang dan melakukan uji coba nuklir keenam.

Negara ini diperkirakan mencapai kemajuan pesat dalam mengembangkan kemampuan membuat rudal berkepala nuklir mencapai wilayah Amerika Serikat.

Seorang anggota parlemen Rusia yang baru kembali dari Pyongyang sebelumnya mengatakan bahwa Korea Utara sedang bersiap-siap melakukan uji coba rudal jenis itu.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan “menghancurleburkan” Korea Utara jika perlu, dalam upaya melindungi negara itu dan sekutunya.

Dalam pidato di depan Komite Pusat Partai Pekerja ini Kim Jong Un mengatakan, situasi yang sekarang terjadi menunjukkan kebijakan “byungjin” atau pembangunan senjata nuklir dan ekonomi dalam waktu bersamaan, “terbukti benar.”

“Perekonomian nasional tahun ini tumbuh kuat, meski semakin banyak sanksi,” kata Kim yang merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang dijatuhkan untuk mengendalikan program nuklir dan rudal negara itu.

Promosi Adik

Pertemuan itu juga memutuskan perbahan jajaran pejabat inti pemerintahan Korea Utara yang sangat tertutup ini.
Adik perempuan Kim Jong Un, yakni Kim Yo Jong, naik ke jajaran elit politbiro Korea Utara dan langkah ini semakin mengukuhkan pengaruh keluarga Kim di pemerintahan negara itu. 

"Ini menunjukkan rekam jejaknya jauh lebih penting dari yang diyakini sebelumnya dan keputusan ini merupakan konsolidasi kekuasaan Kim di tampuk pemerintahan," ujar Michael Madden, pakar Korea Utara dari John Hopkins University seperti dikutip dari Reuters.
Kim Jong Un Sebut Senjata Nuklir Jamin KedaulatanKim Jong Un mempromosikan adik perempuannya untuk duduk di politbiro Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara. (AFP Photo / KCNA via KNS_
Kim Yo Jong adalah putri kandung Kim Jong Il yang masih berusia 28 tahun dan penunjukkannya di jajaran politbiro diperkirakan untuk menggantikan peran Kim Kyong Hee, bibi Kim Jong Un, yang pernah memegang peran kunci di saat Kim Jong Il masih berkuasa.

Januari tahun ini, Kementerian Keuangan Amerika Serikat memasukkan Yo Jong dan sejumlah pejabat Korea Utara lain ke dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran HAM berat.
Selain Yo Jong, dua tokoh penting di balik program rudal Korea Utara yaitu Kim Jong Sik dan Ri Pyong Chol, juga diangkat sebagai anggota penuh politbiro. 

"Saat ini bisa dibilang Ri sudah masuk ke jajaran tertinggi pembuat kebijakan Korea Utara," imbuh Madden. (yns/yns)