Hamas-Fatah Damai, Abbas Akan Kunjungi Gaza Pertama Kalinya

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 09:20 WIB
Hamas-Fatah Damai, Abbas Akan Kunjungi Gaza Pertama Kalinya Mahmoud Abbas berencana mengunjungi Gaza untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, setelah dua faksi terkuat di Palestina, Hamas dan Fatah, berdamai. (AFP Photo/Abbas Momani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin senior Fatah, Zakaria al-Agha, mengatakan Presiden Mahmoud Abbas berencana mengunjungi Gaza untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.

Al-Agha mengatakan langkah ini dilakukan sebagai simbol persatuan rakyat Palestina yang menyambut baik upaya perdamaian antara Fatah dan Hamas.

“Abbas akan berada di Gaza dalam waktu kurang dari sebulan,” kata al-Agha, Jumat (13/10).

Sebagaimana dilansir AFP, Abbas tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di Gaza setelah wilayah itu dikendalikan Hamas sepenuhnya pada perang sipil pada 2007 lalu.
Jauh sebelum rekonsiliasi disepakati, Hamas dan Fatah tak pernah akur, khususnya mengenai pendirian Palestina dalam melawan Israel.

Selama ini, Fatah, yang mendukung pemerintah, menolak perlawanan bersenjata terhadap Israel. Sementara itu, Hamas kerap bertindak ofensif dengan meluncurkan roket dan rudal ketika perang melawan Israel.

Ketegangan antara Hamas dan Fatah meningkat pada 2005, setelah kematian pemimpin lama Palestina Yasser Arafat pada November 2004. Ketegangan keduanya kembali memanas setelah Hamas memenangkan pemilihan umum 2006.

Kesepakatan damai antara kedua faksi itu akhirnya berhasil dicapai pada Kamis (12/10) di Mesir.
Hamas, yang selama ini dianggap sebagai kelompok teroris oleh Barat dan Israel, setuju untuk menyerahkan kekuasaan di Gaza pada pemerintah Palestina yang dipimpin Abbas dan didukung Fatah.

Otoritas Palestina dilaporkan mulai mengambil alih kontrol penuh Jalur Gaza pada 1 Desember mendatang.

Hingga kini, rincian kesepakatan rekonsiliasi keduanya belum diterbitkan secara resmi.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu isu utama dalam rekonsiliasi adalah nasib sanksi yang telah diterapkan Abbas terhadap Gaza dalam beberapa bulan terakhir, seperti pengurangan fasilitas listrik.

Namun, Al-Agha memastikan, “semua tindakan yang diterapkan [Palestina terhadap Gaza] baru-baru ini akan berakhir” seiring dengan disepakatinya perdamaian.