“Tindakan ini merupakan bagian dari kewajiban UEA sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab untuk memperkuat niat bersama menghentikan proliferasi senjata nuklir dan rudal,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA, Jumat (13/10).
Selain itu, UEA juga menangguhkan pengeluaran visa baru dan lisensi perusahaan bagi warga Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut terus menjadi sorotan lantaran enggan menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya di meski sudah dihujani sanksi internasional.
Dalam sidang PBB bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan secara langsung mendesak seluruh negara untuk menekan Korut hingga negara itu mau menghentikan program senjatanya.
[Gambas:Video CNN]
AS melalui kementerian luar negerinya pun menyambut baik keputusan UEA tersebut dan mendorong negara-negara lainnya untuk melakukan hal serupa.
“Sangat senang mendengar ini. Masih banyak negara lainnya yang mau melakukan ini,” ujar juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert.
Selain UEA, tindakan serupa juga telah diambil sejumlah negara Teluk lain, seperti Qatar dan Kuwait, pada Septeber lalu. Keduanya mulai mengurangi hubungan dengan Pyongyang, salah satunya melalui penangguhan pemberian visa bagi warga Korut.
Di belahan dunia lainnya, Peru dan Meksiko bahkan telah lebih dulu memutus hubungan diplomatik dengan Korut hingga mengusir duta besar Pyongyang dari negara mereka.
Sementara itu, langkah keras juga dilakukan Filipina dengan menangguhkan hubungan dagang dengan Korut sebagai respons atas uji coba nuklir tersebut. (has)