Ikut Jejak AS, Israel Keluar dari UNESCO

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 14:40 WIB
Ikut Jejak AS, Israel Keluar dari UNESCO
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel mengikuti jejak Amerika Serikat untuk keluar dari organisasi budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO, pada Jumat (13/10).

"Ini adalah keputusan yang berani dan berdasarkan moral karena UNESCO sudah menjadi tempat pertunjukan absurd. Alih-alih merawat sejarah, mereka malah menghancurkannya," ujar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Netanyahu tak menjabarkan lebih lanjut langkah Israel selanjutnya setelah hengkang dari UNESCO, berbeda dengan AS yang langsung menyatakan bakal menjadi negara pengamat non-anggota.
Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Leiberman, memuji langkah AS.

"Ini adalah langkah yang tepat menuju arah yang tepat oleh sekutu terbesar kami. [UNESCO] adalah organisasi anti-Semit dan bias secara politik," katanya, sebagaimana dikutip The Independent.

Sebelumnya, pejabat Israel berulang kali mengecam UNESCO karena mengeluarkan resolusi yang diklaim dapat menghapuskan sejarah hubungan Yahudi dengan Israel.
Resolusi itu mengkritik kegiatan Israel di situs-situs suci di Yerusalem dan Tepi Barat tanpa menyebut keterikatan Yahudi dengan daerah tersebut.

Israel juga mengecam UNESCO karena menetapkan dua situs bersejarah di dekat Yerusalem atas nama Palestina. Saat itu, Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett, menyebut UNESCO sebagai "alat politik."

Netanyahu pun menangguhkan kerja sama dengan UNESCO dan mengumumkan pemangkasan dana sebesar US$1 juta untuk lembaga tersebut.