"Ini adalah keputusan yang berani dan berdasarkan moral karena UNESCO sudah menjadi tempat pertunjukan absurd. Alih-alih merawat sejarah, mereka malah menghancurkannya," ujar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Netanyahu tak menjabarkan lebih lanjut langkah Israel selanjutnya setelah hengkang dari UNESCO, berbeda dengan AS yang langsung menyatakan bakal menjadi negara pengamat non-anggota.
Lihat juga:AS Nyatakan Keluar dari UNESCO |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pejabat Israel berulang kali mengecam UNESCO karena mengeluarkan resolusi yang diklaim dapat menghapuskan sejarah hubungan Yahudi dengan Israel.
Israel juga mengecam UNESCO karena menetapkan dua situs bersejarah di dekat Yerusalem atas nama Palestina. Saat itu, Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett, menyebut UNESCO sebagai "alat politik."
Netanyahu pun menangguhkan kerja sama dengan UNESCO dan mengumumkan pemangkasan dana sebesar US$1 juta untuk lembaga tersebut.