Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan dua orang berhasil selamat tanpa luka sedikit pun dalam peristiwa yang terjadi di distrik Maiwand tersebut. Sementara itu, sembilan tentara luka-luka dan enam lainnya belum ditemukan.
Juru bicara Kemhan Afghanistan, Dawlat Waziri, mengatakan insiden bermula ketika para pelaku meledakkan setidaknya satu kendaraan militer Humvee berisi peledak hingga meluluhlantakkan markas militer tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengaruh serta kehadiran Taliban telah lama menjadi ancaman bagi pemerintah Afghanistan.
Insiden ini terjadi setelah sekitar 47 orang tewas dan 200 lainnya terluka dalam serangan bom Taliban di markas besar kepolisian Provinsi Paktia pada Selasa (17/10).
Sekitar awal Mei lalu, bom bunuh diri juga menyasar kompleks kedutaan besar Amerika Serikat di Kabul, menewaskan empat orang dan melukai 22 lainnya.
Taliban kerap meluncurkan serangannya di Provinsi Kandahar yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menganggap wilayah ini sebagai salah satu tempat paling berbahaya di Afghanistan bagi warga sipil.