Hal itu disampaikan oleh seorang juru bicara Kementerian Keamanan Negara AS pada Senin waktu setempat (23/10). Menurutnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta telah memberi tahu Gatot bahwa ia tidak bisa langsung menaiki pesawat karena protokol keamanan.
Bea Cukai dan Kementerian Luar Negeri AS tidak bisa menyelesaikan masalah itu sebelum pesawat Emirates yang sedianya akan ditumpangi Gatot berangkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penumpang telah dipesankan penerbangan lain dan diberi izin untuk menaiki pesawat. Dia menolak untuk berangkat."
Gatot dijadwalkan terbang ke Washington DC sekitar 17.00 menggunakan maskapai Emirates. Namun, sesaat sebelum terbang, pihak penerbangan memberitahukan bahwa rombongan Panglima dilarang masuk ke Amerika oleh Bea Cukai AS.
[Gambas:Video CNN]
Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan telah meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi "atas ketidaknyamanan" yang dialami Gatot, kata Kedubes.
"Kami tetap berkomitmen pada kemitraan strategis kami dan Indonesia sebagai cara untuk menyediakan keamanan dan kesejahteraan bagi masing-masing negara dan warga."
Pentagon pun menolak untuk berkomentar.
Di sisi lain, Gatot sendiri menyatakan tidak akan berangkat ke Amerika sebelum menerima perintah dari Presiden Joko Widodo.