Media corong pemerintah Korut mengatakan Jong-un, melalui pesan pribadinya, berharap Xi bisa meraih “kesuksesan besar” dalam tugasnya sebagai kepala negara di masa depan.
“Pernyataan tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa hubungan antara kedua pemimpin negara akan terus berkembang demi kepentingan rakyat,” bunyi laporan KCNA mengutip pesan Jong-un, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Warga China telah memasuki jalan membangun sosialisme dengan karakteristik bangsa China di era baru di bawah bimbingan Xi,” kata KCNA.
Pesan Jong-un tersebut terbilang langka dan muncul di tengah ambisi nuklir Korut yang dikhawatirkan mengancam keamanan global.
Selama ini, 90 persen perdagangan Korut berasal dari China dan sejumlah pihak menganggap negara tersebut memegang peran kunci untuk meredam ambisi nuklir Kim Jong-un.
China telah berjanji mematuhi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Korut, dengan memberlakukan sanksi larangan impor batubara dan teksil, serta menangguhkan pasokan minyak ke negara tersebut.
Di saat yang sama secara terpisah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berseberangan dengan Korut juga turut memberikan selamat kepada Xi atas kepemimpinan baru yang diresmikannya dalam kongres selama sepekan itu.
“Berbicara dengan Presiden Xi untuk memberinya selamat atas pencapaian luar biasanya. [Kita] juga berdiskusi soal NoKo [Korut] dan masalah perdagangan, dua hal yang sangat penting!” kicau Trump melalui akun pribadinya.
Menurut laporan Kantor berita China, Xinhua, Xi mengatakan kepada Trump bahwa negaranya akan “tanpa henti turut mengikuti perkembangan dengan cara damai” dan terus “mempromosikan koordinasi serta kerja sama antara dua kekuatan utama dunia.”
“China sangat mementingkan hubungan China-AS dan bersedia turut mempromosikan penguatan hubungan bilateral jangka panjang yang sehat dan stabil berdasarkan rasa saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujar Xinhua mengutip Xi.