AS: Penolakan Gatot karena Kesalahan Administratif

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 25/10/2017 14:22 WIB
Kedubes AS di Indonesia menyatakan bahwa penolakan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, saat ingin terbang ke Paman Sam terjadi karena kesalahan administratif. Gatot bersama rombongan sedianya bertolak ke Washington DC pada Sabtu pekan lalu untuk memenuhi undangan dari Panglima Militer AS, Jenderal Joseph Dunford, menghadiri Konferensi Pertahanan tentang Organisasi Kekerasan Ekstremis pada 23-24 Oktober. (Reuters/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menyatakan bahwa penolakan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, saat ingin terbang ke Paman Sam pada akhir pekan lalu terjadi karena kesalahan administratif.

"Pada hari Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri mengalami penundaan saat akan naik pesawat menuju Amerika Serikat karena kesalahan administratif," demikian pernyataan Kedubes AS yang dilansir dalam situs resmi mereka.

Kedubes AS tak menjabarkan lebih lanjut kesalahan adminstratif yang dimaksud. Namun, mereka memastikan bahwa pihaknya langsung segera meluruskan masalah tersebut dengan cepat.


"Kami telah mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Tidak ada larangan terbang untuk Panglima TNI dan istri, dan kami dengan senang hati menyambut mereka di Amerika Serikat," tulis Kedubes AS.
Hal senada sebelumnya sudah disampaikan oleh seorang juru bicara Kementerian Keamanan Negara AS. Menurutnya, Kedubes AS di Jakarta telah memberi tahu Gatot bahwa ia tidak bisa langsung menaiki pesawat karena protokol keamanan.

Bea Cukai dan Kementerian Luar Negeri AS tidak bisa menyelesaikan masalah itu sebelum pesawat Emirates yang sedianya akan ditumpangi Gatot berangkat.

Juru bicara tersebut mengatakan masalah yang mengganjal perjalanan Gatot bisa diselesaikan saat itu juga "melalui koordinasi antara kantor individu tersebut, Bea Cukai, Kedutaan Besar AS di Jakarta dan rekanan pemerintah AS lain."

"Penumpang telah dipesankan penerbangan lain dan diberi izin untuk menaiki pesawat. Dia menolak untuk berangkat," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Gatot bersama rombongan sedianya bertolak ke Washington DC pada Sabtu pekan lalu untuk memenuhi undangan dari Panglima Militer AS, Jenderal Joseph Dunford, menghadiri Konferensi Pertahanan tentang Organisasi Kekerasan Ekstremis pada 23-24 Oktober.

Ia dijadwalkan terbang ke Washington DC sekitar 17.00 menggunakan maskapai Emirates. Namun, sesaat sebelum terbang, pihak penerbangan memberitahukan bahwa rombongan Panglima dilarang masuk ke Amerika oleh Bea Cukai AS.

Gatot sendiri menyatakan tidak akan berangkat ke Amerika sebelum menerima perintah dari Presiden Joko Widodo. (has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK