Joyce merupakan satu dari beberapa pejabat pemerintah lainnya yang diputuskan tidak memenuhi syarat sebagai pejabat publik oleh Pengadilan Tinggi Canberra pada Jumat (27/10).
Meski lahir 50 tahun lalu di di Australia, Joyce dilaporkan turut memiliki status kewarganegaraan Selandia Baru karena ayahnya lahir di negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara konstitusi Australia tidak mengizinkan seorang individu berkebangsaan asing menjabat sebagai pejabat pemerintahan.
Selama ini, Joyce mengaku tidak menyadari dirinya memegang status kewarganegaraan selain Australia.
“Keputusan ini sangat sulit. Saya tidak percaya bahwa saya mempunyai status kewarganegaraan selain Australia,” ucap Joyce kepada wartawan setelah putusan pengadilan keluar, dikutip The Guardian.
Selain Joyce, anggota kamar atas parlemen dari Partai Nasional, Fiona Nash; Larissa Waters dari Partai Hijau; dan Scott Ludlam serta Malcolm Roberts dari Partai Satu Bangsa; juga dicopot dari masing-masing jabatan karena alasan yang sama.
Peristiwa ini memaksa parlemen menggelar pemungutan suara internal untuk mencari pengganti para pejabat yang dicopot.
Menanggapi hal ini, salah seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, Anthony Albanese, mengatakan Turnbull dan Joyce telah dipermalukan keputusan pengadilan.
Albanese mendukung pencopotan Joyce dan mendorong segera dilakukan pemilu untuk memilih pengganti Joyce.
“Sangat tidak bijaksana bahwa [Joyce] terus duduk sebagai wakil perdana menteri,” katanya.