Pernyataan itu dilontarkan sebelum Presiden AS Donald Trump yang kerap mengancam Korut memulai rangkaian lawatan perdananya ke Asia, pekan depan, termasuk mengunjungi Korea Selatan untuk bertemu Presiden Moon Jae-in.
Setelah berbicara dengan Mattis, Jumat (27/10), mengatakan "pengerahan agresif" aset pertahanan AS di kawasan, termasuk penerbangan pesawat pengebom Amerika, cukup efektif untuk menangkal ancaman dari Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Provokasi Korea Utara terus mengancam keamanan regional dan global di tengah kecaman mutlak dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Mattis dalam pidato terencana yang dia sampaikan di zona demiliterisasi.
"Sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, tujuan kami bukan berperang, melainkan denuklirisasi menyeluruh, terverifikasi dan berkekuatan tetap di Semenanjung Korea," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Reuters itu.
Menjelang kunjungan Trump ke Asia, Mattis terus menekankan upaya diplomatik untuk mencapai solusi damai dalam turnya sepanjang pekan ini.
"Itulah inti dari semua ini--untuk menjaga upaya (terkait Korut) tetap di jalur diplomatik hingga mencapai resolusi," kata Mattis setelah tiga hari menggelar rapat dengan sejumlah menhan negara-negara Asia di Filipina.
Di saat yang sama, militer AS dan Korsel mencari cara untuk menangkal Pyongyang dan meningkatkan pertahanan Korea Selatan.
"(Dunford) menegaskan serangan apapun dari Korea Utara akan dibalas secara habis-habisan dan efektif, menggunakan seluruh kemampuan militer AS," bunyi pernyataan tersebut.