Diduga Terkait Rusia, Dua Anak Buah Trump Didakwa Cuci Uang

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 07:37 WIB
Diduga Terkait Rusia, Dua Anak Buah Trump Didakwa Cuci Uang Ilustrasi Donald Trump. REUTERS/Carlos Barria
Jakarta, CNN Indonesia -- Para penyidik federal yang mengusut kasus intervensi Rusia pada pemilihan umum Amerika Serikat 2016 mendakwa bekas manajer kampanye Presiden Donald Trump, Paul Manafort, dan seorang anak buah lainnya, Rick Gates, dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Sementara penasihat Trump yang lain, George Papadopolulos, telah mengaku bersalah pada awal Oktober ini karena berbohong kepada Biro Investigasi Federal (FBI). Ketiga hal ini baru diumumkan pada Senin waktu setempat (30/10), sebagaimana dikutip Reuters.

Peristiwa ini menjadi eskalasi luar biasa dalam penyidikan lima bulan yang dipimpin Konsul Khusus Kementerian Kehakiman Robert Mueller tekait dugaan upaya Rusia menguntungkan Trump dalam pemilu dan potensi kolusi yang dilakukan para anak buah pengusaha properti itu.


Manafort, laki-laki berusia 68 tahun yang telah lama menjadi anggota Partai Republik, didakwa bersama-sama dengan Gates di sebuah pengadilan federal di Washington.

Keduanya mengaku tidak bersalah atas dakwaan yang terdiri atas 12 pasali, mulai dari pencucian uang hingga berperan sebagai bekas agen tak terdaftar pemerintah pro-Rusia di Ukraina.

Hakim memerintahkan keduanya dijadikan tahanan rumah dan dikenakan jaminan masing-masing $10 juta untuk Manafort serta $5 juta untuk Gates. Mereka tidak dijebloskan ke penjara meski tidak membayar, tapi bakal berutang dengan jumlah tersebut jika tidak bisa menghadiri persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar Kamis ini.
Penyidikan Mueller dan sejumlah pihak lain dari komisi Kongres terkait dugaan upaya Rusia memengaruhi pemilu ini telah membayangi pemerintahan Trump selama sembilan bulan sejak pertama kali menjabat.

Baik Trump maupun tim kampanyenya disebut dalam dakwaan terhadap Manafort dan Gates. Dari semua pasal yang diajukan, di antaranya terkait peristiwa lebih dari satu dekade lalu, berpusat pada pekerjaan Manafort untuk Ukraina.
Paul Manafort, manajer kampanye Trump.Paul Manafort, manajer kampanye Trump. (REUTERS/Carlo Allegri/File Photo)
Pasal-pasal yang diajukan juga terakit tudingan konspirasi melawan Amerika Serikat, abai melaporkan rekening asing ke pemerintah AS dan konspirasi pencucian uang. Atas perbuatan itu, mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan dakwaan itu tidak berkaitan dengan Trump atau tim kampanye dan tidak membuktikan kolusi antara tim sukses dengan Rusia.
"Kami sudah menyatakan sejak awal bahwa tidak ada bukti kolusi Trump-Rusia, dan tidak ada satu poin pun dalam dakwaan hari ini yang akan mengubah hal tersebut," kata juru bicara Sarah Sanders dalam keterangan pers.

Pengacara Manafort, Kevin Downing, mengatakan melalui pernyataan pers bahwa tidak ada bukti tim kampanye Trump berkolusi dengan pemerintah Rusia. Downing mengatakan pekerjaan Manafort untuk Ukraina berakhir pada 2014, dua tahun sebelum ia bergabung dengan tim.

Downing menuding Mueller menggunakan teori hukum "baru" untuk mendakwa Manafort dengan hukum yang mengharuskan para pelobi mendaftar ke Kementerian Kehakiman ketika bekerja untuk pemerintah asing.

Renato Mariotti, mantan jaksa federal di Chicago, menyatakan dakwaan terhadap Manafort bisa memaksa Manafort untuk bekerja sama dengan para penyidik.
"Jika saya jadi pengacara, saya akan mempertimbangkan bekerja sama," ujarnya.

(aal)