Jiji Press melaporkan, kepolisian awalnya menemukan dua kepala manusia di dalam sebuah kotak pendingin di pintu masuk aparteman yang terletak di Zama tersebut.
"Saat melakukan investigasi, ditemukan sembilan kepala di dalam sejumlah lemari pendingin," demikian pemberitaan saluran televisi swasta, TBS.
Lihat juga:Penemuan Mayat Dalam Koper Hebohkan Jepang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, polisi juga sedang memburu satu perempuan berusia 23 tahun yang diduga berhubungan dengan Shiraishi.
Perempuan ini pernah berkomentar melalui jejaring sosial, "Saya mencari seseorang yang akan mati bersama saya."
Asahi Shimbun memberitakan, perempuan itu menghilang sejak 21 September lalu. Kabar ini didapat dari abangnya yang melapor ke polisi.
Sebagaimana dilansir AFP, tingkat kriminalitas di Jepang memang tergolong rendah. Namun, tak jarang ditemukan kasus pembunuhan keji di negara ini.
Salah satu kejahatan berdarah terbesar di Jepang selama berpuluh tahun terjadi pada Juli 2016 lalu, ketika Satoshi Uematsu dituntut atas pembunuhan 19 orang dan berencana menghilangkan 24 nyawa di pusat disabilitas dekat Tokyo.
Peristiwa yang masih melekat di benak banyak orang Jepang terjadi pada 1997, ketika siswa berusia 14 tahun memenggal bocah 11 tahun dan memajang kepalanya di gerbang sekolah. (has)