Selamat dari Teror Las Vegas, Pasangan Tewas dalam Kecelakaan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 18:39 WIB
Pasangan ini selamat dari penembakan yang menewaskan 59 orang di Las Vegas 1 Oktober lalu. Namun, kematian tetap menanti mereka, beberapa pekan kemudian. Ilustrasi. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepasang suami istri yang lolos dari teror penembakan berdarah di Las Vegas tewas dalam kecelakaan mobil, dekat rumahnya.

Putri dari Dennis dan Lorraine Carver mengatakan orang tuanya menemukan lembar baru kehidupan setelah berhasil menyelamatkan diri dari pembantaian di festival musik country Route 91 Harvest pada 1 Oktober lalu.

Mereka tewas beberapa pekan kemudian setelah mobilnya tabrakan dan terbakar di dekat perumahan di Riverside County, California.


"Setelah penembakan, mereka mendengar kabar dari semua orang-orang yang paling mereka sayangi. Mereka sangat bahagia," kata putri pasangan tersebut, Brooke (20). "Dua pekan terakhir hidup mereka benar-benar dinikmati."

Pada Minggu, saat kejadian sekitar 22.00 waktu setempat, kurang lebih 22 ribu penonton konser tinggal di lokasi untuk mengakhiri acara bersama Jason Aldean.

Di lantai 32, Stephen Paddock memecahkan dua jendela kamarnya di Mandalay Bay Hotel, tak jauh dari lokasi. Ia mengambil salah satu senjata dan mengarahkannya kepada para penggemar musik di bawah.
Ia pun melepas tembakan. Peluru menghujani mereka.

Carver (52) meloncat ke atas tubuh istrinya (53) untuk melindungnya dari terjangan peluru Paddock , menewaskan 59 orang. Pasangan yang mempunyai dua anak itu melarikan diri ke tempat yang aman saat tembakan berhenti sejenak.
Keluarga korban penembakan Las VegasKeluarga korban penembakan Las Vegas (REUTERS/Chris Wattie)
Brooke mengatakan orang tuanya nyaris tidak selamat dalam penembakan yang melukai lebih dari 500 orang itu. Peluru dari senapan Paddock sempat mengenai seorang lelaki yang berada di dekat mereka.

Selamat dari insiden mematikan itu membuat mereka jadi lebih saling menyayangi, kata Brooke.
"Kami sangat senang mereka selamat dari penembakan itu. Namun, saya juga berpikir kami telah mendapatkan hal kecil dari mereka yang tidak mungkin kami dapatkan seandainya penembakan itu tidak terjadi sebelum mereka meninggal dunia," ujarnya, dikutip The Independent.