Pelaku Teror Truk Tinggalkan Catatan, Mengaku ISIS

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 08:25 WIB
Pelaku teror penabrakan truk yang menewaskan delapan orang di New York dilaporkan meninggalkan catatan di mobilnya, mengaku perbuatan itu ia lakukan untuk ISIS. Ilustrasi ISIS. Pelaku teror di New York dilaporkan mengaku beraksi untuk kelompok militan tersebut. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku teror penabrakan truk yang menewaskan delapan orang di New York, Rabu (1/11), dilaporkan meninggalkan catatan di mobilnya, mengaku perbuatan itu ia lakukan untuk ISIS.

Kabar ini dilaporkan pertama kali oleh WNBC dan dikonfirmasi oleh CNN, mengutip seorang pejabat penegak hukum senior yang tak disebutkan namanya.

Catatan itu ditemukan di dalam truk dan ditulis menggunakan bahasa Inggris, kata sumber tersebut.


Teror terjadi ketika sebuah truk dikendarai di jalur sepeda West Side Highway, dekat World Trade Center, dan menghantam sejumlah orang.

Delapan orang tewas akibat serangan itu, sementara 11 lainnya luka-luka. Polisi masih belum mengungkapkan secara resmi identitas pelaku.

Namun, dua sumber dari penegak hukum menyebut pelaku aksi mematikan itu teridentifikasi sebagai Sayfullo Habibullaevic Saipov.
Seorang sumber lainnya mengatakan ia tinggal di New Jersey.

Menurut sejumlah warga di Paterson, New Jersey, Saipov kadang-kadang memang tinggal di sana. Sementara itu, seorang sumber yang berbeda menyebut ada satu alamat di Florida yang terkait dengan pelaku.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan Saipov diduga beraksi sendirian. "Semua bukti menyiratkan dia bekerja sendiri," ujar Cuomo kepada CNN. "Yang biasa disebut sebagai sindrom lone wolf."

Menurut Komisioner Polisi James P O'Neill, kejadian bermula pada 15.05 Selasa waktu setempat, saat pelaku mulai menabraki sejumlah pejalan kaki dan pengendara sepeda di sepanjang jalan.
Truk kemudian bertabrakan dengan bus sekolah di Chamber Street, di mana dua orang dewasa dan dua anak-anak terluka.

Setelah tabrakan, pelaku kemudian keluar dari mobil dengan menghunus dua senjata. Polisi yang ditugaskan pertama kali langsung berkonfrontir dan menembaknya di bagian perut.

Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit. Polisi menyita senapan paintball dan gotri darinya.

"Identitas subjek tidak dirilis untuk saat ini, menunggu penyelidikan yang masih berjalan."