Meski Imigran, Tersangka Teror New York Baru Radikal di AS

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 07:55 WIB
Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan Sayfullo Habibullaevic Saipov diradikalisasi secara domestik di Amerika Serikat, bukan di negara asalnya Uzbekistan. Serangan teror New York diduga dilakukan oleh orang yang diradikalisasi di Amerika Serikat, meski berasal dari Uzbekistan. (Reuters/Andrew Kelly
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut Sayfullo Habibullaevic Saipov, lelaki asal Uzbekistan yang diduga melakukan serangan penabrakan truk hingga menewaskan delapan orang, diradikalisasi secara domestik di Amerika Serikat, bukan di negara asalnya.

"Bukti menunjukkan--dan lagi-lagi, ini baru beberapa jam setelah kejadian dan investigasi berjalan--tapi baru setelah ia datang ke Amerika Serikat kemudian ia mulai menerima informasi soal ISIS dan taktit Islamis radikal," kata Cuomo, Rabu waktu setempat (1/11).

Saipov tidak berada dalam daftar pengamatan terorisme milik pemerintah AS, kata dua orang sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus ini.


Otoritas setempat menyebut Saipov datang ke Amerika Serikat secara legal pada 2010. Dia diduga mengendarai truk sewaan ke jalur sepeda yang sedang padat pengunjung tak jauh dari World Trade Center pada Selasa sore waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia.

Delapan orang tewas dan belasan orang tewas saat truk itu melaju kencang di Manhattan. Saipov menabrakkan mobilnya ke sebuah bus sekolah, meninggalkan kendaraan sambil membawa senjata imitasi dan ditembak polisi, kata sejumlah pejabat berwenang.

Baru delapan bulan lalu, Saipov mulai jadi pengemudi Uber di New Jersey, kata perusahaan transportasi daring itu kepada CNN. Dia lolos pengecekan latar belakang dan perusahaan tidak menerima komplain apa-apa terkait dirinya.
Uber bekerja sama dengan otoritas dalam proses penyidikan ini.

Saipov pernah mengisi kolom pekerjaan di surat nikahnya sebagai pengemudi truk.
[Gambas:Video CNN]
Dia pernah berurusan dengan penegak hukum di sejumlah negara bagian, menurut catatan daring. Saipov melakukan pelanggaran lalu-lintas di Maryland, Missouri dan Pennsylvania dan pernah ditangkap oleh patroli jalan raya Missouri pada Oktober 2016 karena tidak menghadiri persidangan terkait perbuatan tidak baik.

Dia sempat membayar uang jaminan sebesar $200 juta yang hangus saat mangkir dari persidangan selanjutnya pada November. Pengakuan bersalah diajukan atas nama dirinya sendiri.
Istri Saipov sudah bicara dengan penyidik, kata sejumlah pejabat penegak hukum. Saipov, istri dan tiga anaknya, mempunyai tempat tinggal di Paterson, New Jersey.

Carlos Batista, salah satu tetangga Saipov di Paterson, mengatakan kepada CNN bahwa tersangka pelaku teror itu sempat bertindak sebagai "pembuat kedamaian" sekitar enam bulan lalu. Batista sedang mengendarai sepeda motor trail pada malam hari dan teman Saipov memintanya berhenti. Insiden itu sempat membuat situasi tegang hingga Saipov turun tangan dan "menenangkan semuanya."

Saipov telah dihubungkan dengan sejumlah akun media sosial yang berisi materi terkait ISIS, kata seorang pejabat penegak hukum. Dia juga mengatakan Saipov cukup kooperatif dengan FBI dan penyidik Kepolisian New York yang memeriksanya di rumah sakit semalaman.

(aal)