"Perdamaian Fatah dan Hamas merupakan keinginan lama bangsa Palestina. Dengan rekonsiliasi ini, Israel tidak punya alasan lagi untuk mendikte negara kami yang telah bersatu,” ujar Kuasa Usaha Kedubes Palestina untuk Indonesia, Taher Ibrahim Abdallah, dalam diskusi di Jakarta, Jumat (3/11).
Abdallah mengatakan, perdamaian antara Hamas dan Fatah ini membuat negaranya lebih kuat untuk mengakhiri okupasi Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selain meminta penghentian pendudukan ilegalnya, kami juga mendesak Israel membebaskan sekitar 7.000 warga kami yang sampai saat ini masih menjadi tahanan Israel. Mereka ditahan tanpa alasan jelas,” kata Abdallah.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pun mendesak pemerintah Indonesia terus berperan aktif mendukung perjuangan Palestina mengakhiri pendudukan Israel dan meraih kemerdekaan sepenuhnya.
"Jadi ini [kemerdekaan] adalah murni hak bagi bangsa Palestina yang harus terus Indonesia dukung dan perjuangkan dalam politik luar negerinya,” kata Ketua PBNU, Marsudi Syuhud. (has)