Pelaku Penembakan Texas Pernah Kabur dari Rumah Sakit Jiwa

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 10:05 WIB
Pelaku Penembakan Texas Pernah Kabur dari Rumah Sakit Jiwa Pelaku penembakan gereja Texas, Devin Patrick Kelley, pernah kabur dari rumah sakit jiwa dan mengancam mantan pimpinan saat dia mengabdi di Angkatan Udara AS. (Texas Department of Safety/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku penembakan gereja Texas, Devin Patrick Kelley, pernah kabur dari rumah sakit jiwa dan mengancam mantan pimpinan saat dia mengabdi di Angkatan Udara Amerika Serikat.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) melaporkan, penyakit mental Kelley mulai terdeteksi ketika bekerja di Angkatan Udara pada 2010 sampai 2014, hingga akhirnya dia dipecat karena perilaku buruk.

Keputusan ini diambil atas sejumlah pertimbangan, termasuk hukuman 12 bulan penjara dari pengadilan militer karena Kelley menganiaya istri dan anak tirinya, bahkan hingga menyebabkan keretakan tengkorak bayinya.


Berdasarkan laporan kepolisian yang dirujuk stasiun televisi KPRC, Kelley kemudian dirawat di Peak Behavioral Health Services dan kabur pada Juni 2012.
Saat itu, pihak rumah sakit sudah mengatakan kepada kepolisian bahwa Kelley memiliki kecacatan mental dan "berbahaya bagi dirinya sendiri dan orang lain."

Rumah sakit bahkan mengetahui Kelley sering menyelundupkan senjata ke Pangkalan Udara Holloman, tempat dia bekerja.

Sebagaimana dilansir AFP, sejumlah pihak dari rumah sakit pun sudah memberi tahu kepolisian bahwa Kelley sering "mengancam akan membunuh lingkar komando militer."

Ketika menerima laporan itu, kepolisian mengatakan bahwa Kelley sudah diamankan dan dimasukkan ke tahanan.
Namun, Angkatan Udara AS menyatakan bahwa ada kesalahan sehingga tuntutan atas Kelley itu tidak masuk dalam basis data nasional. Akibatnya, pria tersebut masih bisa membeli senjata api secara legal.

Dengan senjata api itu, Kelley melakukan serangan di Gereja First Baptist di Sutherland Springs, Texas, hingga menewaskan 26 orang yang sedang beribadah pada Minggu (5/11) pagi.

Dalam insiden itu, Kelley juga tewas. Kepolisian menyatakan, ada tiga luka tembak di tubuh Kelley, dua dari warga, sementara satu lainnya akibat kesalahan sendiri.

[Gambas:Video CNN]

Pihak berwenang mengatakan, tindakan Kelley itu kemungkinan besar berkaitan dengan masalah rumah tangga karena sebelum beraksi, Kelley mengirimkan pesan ancaman kepada ibu mertuanya yang memang sering beribadah di gereja First Baptist.

Namun ternyata, ketika Kelley memberondongkan pelurunya, ibu mertuanya itu tidak ada di dalam gereja. (has/has)