Putra Trump Rilis Komunikasi dengan WikiLeaks saat Kampanye

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 11:50 WIB
Putra Trump Rilis Komunikasi dengan WikiLeaks saat Kampanye Donald Trump Jr merilis komunikasinya dengan WikiLeaks saat kampanye pemilihan umum Amerika Serikat 2016 lalu, melalui akun Twitter pribadinya. (Reuters/Mark Kauzlarich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donald Trump Jr merilis komunikasinya dengan WikiLeaks saat kampanye pemilihan umum Amerika Serikat 2016 lalu, melalui akun Twitter pribadinya.

"Ini adalah keseluruhan rangkaian pesan dengan @Wikileaks (dengan tiga tanggapan saya yang mengejutkan) di mana salah satunya telah dipilih komite Kongres untuk dibocorkan. Betapa Ironis!" kicau Trump.




Berdasarkan isi pesan yang dirilis, putra sulung Presiden Donald Trump itu berkomunikasi dengan WikiLeaks antara 20 September hingga 12 Oktober 2016.

Dalam perbincangan itu, WikiLeaks menawarkan informasi yang dapat menjatuhkan rival ayahnya dalam pemilu, Hillary Clinton.

Dalam salah satu pesannya kepada Trump Jr pada 3 Oktober 2016, WikiLeaks menawarkan tautan dokumen soal komentar Clinton terhadap organisasi itu, yang dapat disebarluaskan oleh tim kampanye Trump.
Dokumen itu berisi pernyataan Clinton yang ingin meluncurkan serangan drone terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

"Hai, akan sangat baik jika kalian mau berkomentar/mengangkat cerita ini [soal usulan Clinton menyerang WikiLeaks]," bunyi pesan singkat WikiLeaks di Twitter kepada Trump Jr.

"Baru saja melakukannya hari ini. Akibat yang dia dapat akan sangat menakjubkan," kata Trump Jr membalas pesan WikiLeaks.

Tak sampai di situ, Trump Jr kembali menanyakan WikiLeaks mengenai dokumen lainnya yang mungkin dapat dibocorkan terkait lawan sang ayah.
Komunikasi itu terjadi beberapa hari sebelum WikiLeaks menyingkap surat elektronik John Podesta, ketua tim kampanye Clinton pada 7 Oktober.

Perbincangan ini juga terjadi beberapa hari sebelum intelijen AS menyimpulkan bahwa Rusia berada di balik peretasaan sistem surel Partai Demokrat yang disebarkan melalui WikiLeaks dan Guccifer 2.0.

Sebagaimana dikutip CNN, pengakuan Trump Jr tersebut semakin meyakinkan sejumlah pihak bahwa Rusia ikut campur tangan dalam pemilu AS.

Komunikasi ini diungkap di tengah penyelidikan besar-besaran mengenai intervensi Rusia dalam pemilu AS untuk membantu kemenangan Trump.

[Gambas:Video CNN]

Trump Jr juga menjadi target pemeriksaan karena kedapatan bertemu dengan pengacara Rusia yang menjanjikan "informasi yang bisa melemahkan Clinton" pada Juni 2016.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa Kongres sudah mengetahui komunikasi WikiLeaks dan Trump Jr tersebut. Kongres juga sudah menyelidiki kebenaran komunikasi ini dalam sidang tertutup bersama Komiter Peradilan Senat pada September lalu.

"Tak peduli mengapa atau oleh siapa, dokumen itu telah diberikan kepada Kongres di bawah janji kerahasiaan yang telah diseleksi, dan kami yakin kami tidak memiliki kekhawatiran terkait dokumen-dokumen tersebut," kata pengacara Trump Jr, Alan Futerfas. (has)