Trudeau Angkat Isu HAM saat Bertemu Duterte di KTT ASEAN

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 15:07 WIB
Trudeau Angkat Isu HAM saat Bertemu Duterte di KTT ASEAN Berbeda dengan Donald Trump, Justin Trudeau dengan lantang mengatakan bahwa dia mengangkat isu HAM ketika bertemu dengan Rodrigo Duterte di sela KTT ASEAN. (Reuters/Mark R. Cristino/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbeda dengan Donald Trump, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dengan lantang mengatakan bahwa dia mengangkat isu hak asasi manusia ketika bertemu dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, di sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, Selasa (14/11).

"Saya juga mengangkat isu hak asasi manusia, penegakan hukum, terutma pembunuhan di luar hukum yang juga menjadi kekhawatiran Kanada," ujar Trudeau, sebagaimana dikutip Reuters.

Isu HAM ini sangat sensitif bagi Duterte yang terus menampik tuduhan pembunuhan di luar hukum dalam menjalankan kampanye anti-narkoba di negaranya.


Tuduhan itu mencuat setelah sekitar 3.900 terduga pengedar narkoba di Filipina tewas tanpa proses peradilan yang jelas.
Duterte pun kerap mengingatkan kepala negara yang ingin bertemu dengannya untuk tidak menyinggung isu tersebut karena mereka dianggap tak mengerti situasi di Filipina.

Namun, Trudeau mengatakan bahwa dalam pertemuan kali ini, Duterte menanggapi perbincangan ini dengan positif.

"Saya akan selalu mengangkat isu itu. Presiden menerima pendapat saya dan semuanya diangkat dalam perbincangan yang positif," ucap Trudeau.

Sebelumnya, isu kampanye anti-narkoba ini juga dibahas sekilas dalam pertemuan antara Duterte dan Trump di sela KTT ASEAN.
Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengatakan bahwa Duterte sendiri yang mengangkat isu perang narkoba tersebut, tapi tak menyinggung kaitan kampanye itu dengan masalah HAM.

"Trump tampak simpati dan tak memberikan posisi resmi terkait hal itu dan hanya menganggukkan kepala, mengindikasikan dia mengerti masalah dalam negeri yang dihadapi terkait narkoba," kata Roque.

Melanjutkan penjelasannya, Roque berkata, "Trump juga mengatakan bahwa [Filipina] bertindak sesuai dengan hukum dalam perang narkoba ini, sejalan dengan pembangunan HAM. Tak ada pembahasan mengenai HAM dalam hal ini." (has/has)