Presiden Korsel: Nuklir Korut Terlalu Kuat untuk Dihancurkan

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 06:44 WIB
Presiden Korsel: Nuklir Korut Terlalu Kuat untuk Dihancurkan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan bahwa senjata nuklir Korea Utara kini sudah berkembang pesat hingga terlalu kuat untuk dihancurkan. (Yonhap via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan bahwa senjata nuklir Korea Utara kini sudah berkembang pesat hingga terlalu kuat untuk dihancurkan.

"Jika nantinya perundingan isu nuklir Korut dimulai, saya rasa akan sulit untuk benar-benar menghancurkan kemampuan nuklir mereka karena senjata nuklir dan rudal mereka sudah berada pada titik sangat berkembang," ujar Moon, Selasa (14/11).

Moon mengatakan, jika memang nantinya ada perundingan dengan Korut, semua pihak harus menyusun strategi dengan sangat seksama agar Pyongyang mau benar-benar melakukan denuklirisasi.

"Jika demikian, program nuklir Korut harus dihentikan dan negosiasi harus terus dilakukan agar benar-benar ada denuklirisasi," ucap Moon.
Korut sendiri sebelumnya sudah menyatakan bahwa mereka tidak menolak perundingan, tapi mereka menekankan "tidak akan pernah menaruh isu yang berkaitan dengan kepentingan pemimpin tertinggi Korut dan keamanan warganya di meja perundingan."

Selama ini, pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, mengklaim bahwa negaranya mengembangkan senjata nuklir untuk melindungi diri dari provokasi dan rencana invasi AS terhadap Pyongyang.

Meski sudah mengerahkan 28.500 tentara di Korsel, AS selalu membantah bahwa mereka melakukan provokasi dan berniat untuk menginvasi Korut.

Namun, Korut tetap menganggap AS ingin mengobarkan perang, terutama setelah mereka mengerahkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel.

[Gambas:Video CNN]

China sebagai sekutu terdekat Korut juga menentang pengerahan THAAD ini. Selain dianggap dapat lebih menyulut amarah Korut, China menyebut bahwa radar THAAD dapat mencapai wilayah mereka.

Meski demikian, belakangan China juga mulai menekan Korut, terutama setelah Pyongyang menguji coba bom hidrogen.

Korut semakin geram hingga terus melontarkan ancaman. Saling lontar ancaman antara pejabat Korut dan Presiden AS, Donald Trump, pun tak terhindarkan.

Di hadapan sidang Majelis Umum PBB, Trump bahkan mengatakan akan "benar-benar menghancurkan Korut" jika terus mengancam AS. (has)