"Dia sedang menjalani operasi kedua dan kami belum bisa ke ruang operasi karena operasi masih berjalan," ujar juru bicara Rumah Sakit Universitas Ajou, kepada Reuters.
Juru bicara itu mengatakan, pihak rumah sakit akan memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi tentara Korut itu setelah operasi rampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi Gencatan Militer kemudian memberikan notifikasi kepada tentara Korut bahwa "pria itu sedang dirawat secara medis sekarang ini dan penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung."
Sebelum 2017, hanya ada empat pebelot militer dari Korut dalam lima tahun, yaitu satu pada 2016, satu pada 2015, dan dua lainnya pada 2012.
Profesor Departemen Ilmu Politik dari Universitas Nasional Pusan, Robert Kelly, pun mengatakan bahwa pembelotan disertai penembakan ini sangat mengejutkan.
"Ini sangat tidak umum. Saya tidak ingat terakhir kali penembakan pembelotan semacam ini hingga dapat meningkatkan ketegangan," ucapnya. (has)